Sembuh dari Sakit Lambung, Bolehkah Makan Pedas Lagi? Ini Jawaban Prof Ari Fahrial

Antara ยท Selasa, 26 Mei 2020 - 15:38 WIB
Sembuh dari Sakit Lambung, Bolehkah Makan Pedas Lagi? Ini Jawaban Prof Ari Fahrial

Jangan berlebihan konsumsi makanan pedas usai sembuh dari sakit lambung. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Tidak sedikit masyarakat yang pernah mengalami sakit lambung. Begitu sembuh, mereka suka penasaran ingin menyantap makanan pedas atau mengandung cabai. Boleh atau tidak?

"Makan cabai lagi bisa, tapi enggak bisa berlebihan," ujar dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastro entero hepatologi, Prof Ari Fahrial Syam dalam sesi bincang melalui Instagram Live, Senin (25/5/2020).

Tak hanya cabai, mereka yang pulih dari nyeri lambung juga bisa mengonsumsi makanan seperti cokelat dan keju, namun dengan porsi tak berlebihan karena lambungnya sensitif dan berisiko membuat penyakit lambung kambuh.

Di sisi lain, beberapa orang terutama usai Lebaran suka mengeluhkan nyeri bagian perut kanan atas. Menurut Ari, ada berbagai faktor salah satunya masalah di liver. Untuk memastikan, sebaiknya segeralah melakukan USG pada perut Anda.

Usai Ramadan dan Lebaran, biasanya sederet masalah muncul. Penyakit yang sudah terkontrol saat Ramadan hadir, belum lagi penyakit baru dan semua ini penyebabnya faktor makanan.

"Biasanya dalam dua hari makanan Lebaran masih banyak di meja misalnya rendang, gulai dan yang jadi masalah makanan ini dipanasin lagi. Apa yang terjadi? Semakin pekat (santan) nilai garam semakin tinggi, kandungan kolesterol lebih meningkat oleh karena itu, harus menjadi perhatian masyarakat," tutur Ari.

Perhatikan asupan makanan berlemak, manis, kurang serat, konsumsi jeroan, lalu seafood yang bisa memengaruhi kadar asam urat. Belum lagi konsumsi makanan dari bahan daging berlebihan, menyebabkan kadar kolestrol lebih tinggi, buang air besar jadi tidak lancar.

Selain faktor makanan, kebiasaan langsung tidur setelah makan juga bisa memunculkan masalah kesehatan salah satunya refluks asam lambung. Agar ini tak terjadi, sebaiknya beri jeda dua jam sebelum Anda tidur malam.

Editor : Tuty Ocktaviany