Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Koper Jadi Simbol Gaya Hidup ala Gen Z, Setuju?
Advertisement . Scroll to see content

Sering Ejakulasi Belum Tentu Cegah Kanker Prostat, Dokter Ingatkan Gaya Hidup Sehat

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:23:00 WIB
Sering Ejakulasi Belum Tentu Cegah Kanker Prostat, Dokter Ingatkan Gaya Hidup Sehat
Dokter mengungkapkan pola hidup sehat tetap menjadi langkah utama yang memiliki manfaat lebih luas bagi kesehatan. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kabar pria yang ejakulasi sedikitnya 21 kali dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat lebih rendah ramai diperbincangkan di media sosial. Meski didukung hasil penelitian, dokter sekaligus edukator kesehatan dr Adam Prabata mengingatkan temuan tersebut tidak boleh diartikan sebagai cara pasti untuk mencegah kanker prostat.

Melalui unggahan di akun media sosial X miliknya, dr Adam menjelaskan penelitian menunjukkan pria yang mengalami ejakulasi minimal 21 kali dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat sekitar 31 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang lebih jarang ejakulasi.

"Minimal 21 kali ejakulasi per bulan menurunkan risiko kanker prostat hingga 31 persen lebih rendah pada laki-laki," tulis dr Adam.

Dia menjelaskan, ejakulasi yang dimaksud dalam penelitian tidak hanya melalui hubungan seksual, tetapi juga mencakup mimpi basah maupun masturbasi.

"Ejakulasi meliputi saat berhubungan intim, mimpi basah, dan masturbasi," katanya.

Dr Adam mengutip penelitian berjudul *Ejaculation Frequency and Risk of Prostate Cancer: Updated Results with an Additional Decade of Follow-up*. Penelitian tersebut menemukan adanya hubungan antara frekuensi ejakulasi dan risiko kanker prostat yang lebih rendah.

Salah satu dugaan mekanisme di balik temuan itu adalah proses ejakulasi membantu mengeluarkan cairan beserta zat-zat tertentu dari kelenjar prostat. Proses tersebut diduga dapat mengurangi penumpukan senyawa yang berpotensi memicu perubahan sel menjadi kanker.

"Rutin ejakulasi diduga membantu mengeluarkan zat-zat yang memicu terjadinya kanker prostat," ujarnya.

Meski demikian, dr Adam menegaskan hasil penelitian itu hanya menunjukkan hubungan atau asosiasi, bukan hubungan sebab akibat. Dengan kata lain, ejakulasi yang lebih sering belum terbukti secara langsung dapat mencegah kanker prostat.

Sebab itu, dia mengimbau masyarakat tidak hanya berfokus pada frekuensi ejakulasi untuk menjaga kesehatan prostat. Pola hidup sehat tetap menjadi langkah utama yang memiliki manfaat lebih luas bagi kesehatan.

Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidak merokok, membatasi konsumsi alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi pria yang memiliki faktor risiko, tetap menjadi cara yang dianjurkan untuk membantu menjaga kesehatan prostat.

Melalui edukasi tersebut, dr Adam berharap masyarakat dapat memahami hasil penelitian secara utuh. Temuan ilmiah mengenai frekuensi ejakulasi sebaiknya dijadikan tambahan wawasan, bukan dianggap sebagai metode tunggal untuk mencegah kanker prostat.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut