Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tren Olahraga di Jakarta Makin Beragam, Gym Tak Lagi Sekadar Angkat Beban
Advertisement . Scroll to see content

Sering Gym Tengah Malam, Dokter Ingatkan Dampaknya bagi Tubuh

Senin, 05 Oktober 2026 - 06:36:00 WIB
Sering Gym Tengah Malam, Dokter Ingatkan Dampaknya bagi Tubuh
Dokter mengingatkan bahwa malam hari secara alami merupakan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan pemulihan. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Padatnya aktivitas dan tuntutan pekerjaan membuat sebagian orang memilih berolahraga pada malam hari. Bahkan, ada yang sengaja pergi ke gym hingga larut malam dan melewati pukul 12 malam.

Namun, kebiasaan gym tengah malam ternyata perlu diperhatikan. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi, mengingatkan bahwa malam hari secara alami merupakan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan pemulihan.

“Dibilang nggak bagus, kurang bagus. Fact, kurang bagus. Malam itu waktu untuk beristirahat dan untuk recovery. Ndak usah diperdebatkan lagi itu,” ujar dr Tirta dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Minggu (4/10/2026).

Menurut dr Tirta, olahraga pada malam hari memang tidak serta-merta dilarang. Ada kondisi tertentu yang membuat seseorang hanya memiliki waktu luang untuk berolahraga pada malam hari, seperti pekerja shift atau mereka yang memiliki kesibukan hingga larut.

Tubuh manusia juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan rutinitas. Karena itu, bagi orang yang sudah terbiasa dengan pola tersebut, olahraga malam tetap dapat dilakukan.

“Cuma ada beberapa orang yang shift malam dan ada waktunya cuma malam. Ya kalau tubuhmu sudah adaptasi, ya your choice,” kata dr Tirta.

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa olahraga terlalu larut, terutama dengan intensitas tinggi, dapat berpengaruh terhadap proses pemulihan tubuh.

“Sehingga dia nge-gym-nya di tengah malam. Cuma manfaat nge-gym tengah malam itu akan membuat recover tubuh telat. Karena hormon growth itu munculnya saat malam, saat tidur,” katanya.

dr Tirta menjelaskan, tubuh membutuhkan waktu tidur untuk menjalankan proses pemulihan. Karena itu, olahraga berat yang dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur berpotensi membuat tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang optimal.

Dia pun menyarankan masyarakat yang memiliki pilihan waktu untuk berolahraga pada sore atau awal malam. Menurutnya, waktu tersebut lebih ideal dibandingkan memaksakan latihan berat hingga tengah malam.

“Makanya saya tuh kalau nge-gym ya habis magrib atau ya sebelum magrib. Cuma kan itu privilege. Ada beberapa orang yang sampai rumah baru jam 9, jam 10 malam. Kalaupun dipaksa banget tengah malam, ya enggak usah nge-push,” kata dr Tirta.

Dengan demikian, bagi masyarakat yang hanya memiliki kesempatan berolahraga pada tengah malam, dr Tirta menyarankan agar tidak memaksakan latihan dengan intensitas tinggi. Penyesuaian rutinitas dan menjaga waktu istirahat tetap penting agar manfaat olahraga tidak justru mengganggu proses pemulihan tubuh.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut