Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 4 Cara Mencegah Perut Begah setelah Makan, Awas Jangan Langsung Rebahan
Advertisement . Scroll to see content

Sering Ngantuk dan Lemas setelah Makan? Bisa Jadi Tanda Gula Darah Melonjak

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:07:00 WIB
Sering Ngantuk dan Lemas setelah Makan? Bisa Jadi Tanda Gula Darah Melonjak
Meski kenaikan gula darah setelah makan merupakan hal normal, lonjakan yang terjadi terlalu sering tidak boleh diabaikan. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pernah merasa mengantuk, lemas, atau sulit berkonsentrasi setelah makan? Kondisi ini ternyata bisa menjadi tanda kadar gula darah sedang melonjak cukup tinggi. 

Meski kenaikan gula darah setelah makan merupakan hal yang normal, lonjakan yang terjadi terlalu sering tidak boleh diabaikan.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa kadar gula darah yang meningkat tajam hingga dua jam setelah makan berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, bahkan pada orang yang belum didiagnosis diabetes.

"Habis makan, gula darah naik itu normal kok. Tapi kalau naiknya tajam dan sering, ini gak sepele. Di penelitian populasi besar, kadar gula dua jam setelah makan yang tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit jantung bahkan pada orang yang belum kena diabetes. Bukan nakut-nakutin ya, cuma biar kita sadar," ujarnya, dikutip Jumat (17/7/2026).

Menurut dr. Cecep, salah satu cara sederhana untuk membantu mengendalikan lonjakan gula darah adalah dengan menggerakkan otot tubuh setelah makan. Saat otot berkontraksi, glukosa akan diserap menjadi energi tanpa terlalu bergantung pada kerja insulin.

"Kuncinya di otot. Pas otot berkontraksi, dia narik glukosa (gula darah) masuk ke sel lewat jalur yang gak butuh insulin. Jadi gerak ringan aja udah bikin gulanya kepake," katanya.

Dia pun membagikan tiga kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setelah makan untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Pertama, hindari langsung duduk terlalu lama atau rebahan setelah makan. Sebisa mungkin berdiri atau berjalan di tempat selama sekitar tiga menit setiap 30 menit agar otot tetap aktif.

Kedua, luangkan waktu untuk berjalan kaki santai selama 10 menit setelah makan. Aktivitas ringan ini dinilai efektif membantu otot menyerap kelebihan gula dalam darah.

Ketiga, jika harus tetap duduk bekerja, lakukan gerakan jinjit atau soleus push-up. Caranya dengan menekan ujung kaki ke lantai lalu mengangkat tumit secara berulang sekitar 60 kali per menit.

"Sekitar 60 kali per menit, selama duduk. Tekan ujung kaki ke lantai dulu, baru tumit naik," ujarnya.

Menurut dr Cecep, efektivitas kebiasaan bergerak singkat setelah makan juga didukung penelitian terhadap 70 orang dewasa sehat dengan berat badan normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ringan yang dilakukan secara berkala setelah makan mampu membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa cara tersebut hanya bersifat pendukung dan bukan pengganti pengobatan maupun pola hidup sehat secara menyeluruh.

"Ini bukan pengganti obat atau gaya hidup sehat ya. Kalau kamu punya kondisi medis tertentu, tetap konsultasikan dulu dengan doktermu," katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut