Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wisata Medis IVF di Sanur Bali Jadi Kabar Bahagia Pejuang Garis Dua
Advertisement . Scroll to see content

Sering Salah Paham, Program Bayi Tabung Tak Selalu Dilakukan karena Mandul

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:01:00 WIB
Sering Salah Paham, Program Bayi Tabung Tak Selalu Dilakukan karena Mandul
Ilustrasi pasangan suami-istri sedang berkonsultasi terkait program bayi tabung (IVF). (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idProgram bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) kerap dianggap sebagai jalan terakhir bagi pasangan yang mengalami kemandulan. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. 

Faktanya, ada banyak kondisi medis maupun faktor usia yang membuat pasangan memilih menjalani program IVF untuk meningkatkan peluang kehamilan. Apa saja faktor itu?

IVF merupakan teknologi reproduksi berbantu yang dilakukan dengan mempertemukan sel telur dan sperma di laboratorium. Setelah terjadi pembuahan, embrio yang terbentuk kemudian dipindahkan ke dalam rahim agar dapat berkembang menjadi kehamilan.

Setiap pasangan memiliki alasan yang berbeda dalam menjalani program bayi tabung. Sebagian menghadapi penurunan kualitas sel telur akibat bertambahnya usia, sementara yang lain memiliki riwayat keguguran berulang, gangguan pada saluran tuba, endometriosis, hingga masalah kesuburan pada pria seperti jumlah atau kualitas sperma yang rendah.

Dikutip dari Morula IVF Indonesia, perjalanan menuju kehamilan melalui IVF tidak selalu mudah dan sering kali membutuhkan waktu bertahun-tahun. Selain kesiapan fisik, pasangan juga dituntut memiliki kesiapan mental dan dukungan dari keluarga selama menjalani proses tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut