Sering Sembelit atau BAB Berdarah? Waspada Kanker Usus Besar
"Tidak semua gangguan pencernaan memerlukan operasi. Kami terlebih dahulu mencari penyebab keluhan dan mengevaluasi kondisi pasien, kemudian menentukan terapi yang paling sesuai. Tujuannya bukan hanya menangani penyakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup pasien," jelas dr. Eko, Senin (19/10/2026).
Perubahan pola BAB yang berlangsung terus-menerus, darah dalam tinja, atau nyeri perut yang berulang sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan perlu dilakukan, terlebih jika keluhan disertai penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, anemia, atau riwayat keluarga dengan kanker kolorektal.
Dokter akan mengevaluasi gejala, riwayat kesehatan, serta faktor risiko pasien sebelum menentukan pemeriksaan lanjutan. Salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan untuk melihat kondisi bagian dalam usus besar adalah kolonoskopi. Melalui prosedur ini, dokter dapat memeriksa lapisan usus dan, jika ditemukan polip atau jaringan abnormal tertentu, mengambil sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai indikasi.
Deteksi dini berperan penting karena penanganan kanker usus besar ditentukan oleh stadium penyakit, lokasi tumor, kondisi pasien, dan hasil pemeriksaan. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menunggu sampai gejala semakin berat untuk berkonsultasi dengan dokter.
Penanganan kanker usus besar tidak sama pada setiap pasien. Dokter mempertimbangkan hasil pemeriksaan, luas penyebaran kanker, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan untuk menentukan terapi yang sesuai.