Solusi Berhenti Merokok Tembakau ala Vapers
JAKARTA, iNews.id - Merokok tembakau merupakan kebiasaan buruk yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Telah disebutkan para ahli, fakta yang terbukti bahwa produk tembakau sangat berbahaya bagi kesehatan.
WHO mengungkapkan, penggunaan tembakau membunuh satu orang setiap enam detik. Jadi setiap tahunnya diperkirakan sebanyak enam juta kematian per tahun. Memang tidak mudah menghentikan kebiasaan merokok tembakau. Diperlukan solusi untuk menghentikan kebiasaan ini.
Pembina Asosiasi Vaper Indonesia (AVI), Dimasz Jeremia yang juga mantan perokok aktif menceritakan bagaimana sulitnya berhenti merokok. Kemudian, dia mencari solusi yaitu mengganti dengan rokok elektrik yang efektif dan aman.
"Banyak orang yang tidak menyadari bahwa berhenti merokok bukan hanyalah soal tantangan psikologis, namun juga fisik. Berdasarkan survei internal AVI kepada para vapers, rokok elektrik merupakan alternatif yang mampu menyerupai pengalaman mengonsumsi rokok konvensional dan secara efektif bisa menggantikan posisi rokok tembakau dengan produk alternatif yang lebih tidak berbahaya," kata Dimasz, di Jakarta, belum lama ini.
Sayangnya masih ada stigma dan pemahaman yang kurang tepat di masyarakat mengenai rokok elektrik. Padahal di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris telah mengeluarkan izin untuk pemanfaatan rokok elektrik sebagai alat mengurangi konsumsi tembakau dan terbukti di ketiga negara tersebut telah mengalami penurunan angka prevalensi merokok," ujar Dimasz.
Padahal, berdasarkan penelitian dari New England Journal of Medicine menemukan bahwa rokok elektrik hampir dua kali lebih efektif dalam membantu perokok berhenti dibandingkan yang lainnya. Sedangkan penelitian Public Health England (PHE) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik 95% lebih rendah risiko dibandingkan rokok tembakau.

Rokok elektrik atau ENDS (Electronic Nicotine-Delivery System) masuk ke Indonesia pada 2010, dan mulai populer serta dikenal masyarakat di tahun 2013-2014 hingga saat ini.
Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) mengungkapkan bahwa jumlah pengguna rokok elektrik di Indonesia mencapai lebih dari 1,2 juta orang per 2018. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan turut mendukung legalitas industri ini dengan menerapkan tarif cukai.
Dengan spirit tersebut salah satu produsen liquid vapor kelas dunia Nasty Worldwide menggandeng produsen produk vapor terkenal di Tanah Air, HEX. Melalui PT NCIG Indonesia Mandiri, Nasty dan Hex berkerja sama mendesain dan menciptakan rokok elektrik jenis baru yang sangat mudah serta sesuai digunakan oleh perokok.
Guna mendukung industri lokal, PT NCIG Indonesia Mandiri menggandeng PT YNOT Kreasi Indonesia melakukan produksi e-liquid dan pengepakan catridge (N Pod) NCIG. "Atas dasar itulah, perokok di Indonesia sudah saatnya tahu bahwa kini berhenti merokok lebih mudah dan sudah ada pilihan yang lebih baik buat mereka untuk beralih ke rokok elektrik yang bebas TAR dan kemudian bisa menjadi terapi untuk mengurangi ketergantungan terhadap nikotin," ujar Roy Lefrans, CEO NCIG Indonesia.
Menurutnya, sudah saatnya konsumen rokok mempunyai pilihan untuk menikmati rokok dengan cara yang lebih maju. NCIG melihat ini sebagai peluang untuk memberikan pilihan baru lewat produknya yang bebas TAR," katanya.
Kelebihan NCIG adalah desainnya yang compact, stylist dan ringan sehingga mudah dibawa ke mana saja serta lebih praktis karena dapat langsung digunakan. “NCIG adalah produk full closed system yang praktis, pengguna bisa langsung pakai tanpa perlu repot mengisi liquid ataupun mengganti kapas. Demi kenyamanan, cartridge NCIG (NPOD) dapat langsung diganti ketika liquid-nya sudah habis. NCIG hadir sebagai representasi cara merokok di masa depan dan memberikan alternatif rokok elektronik yang aman serta berkualitas bagi pengguna di Indonesia,” tutur Roy.
Editor: Vien Dimyati