Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perut Buncit di Usia 30-an Bisa Turunkan Testosteron, Ini 4 Cara Mengatasinya
Advertisement . Scroll to see content

Stop Terobsesi Punya Anak Chubby, Dokter Peringatkan Risiko Obesitas

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:07:00 WIB
Stop Terobsesi Punya Anak Chubby, Dokter Peringatkan Risiko Obesitas
Dokter peringatkan anak dengan tubuh chubby tidak selalu berarti memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik. (Foto:
Advertisement . Scroll to see content

“Bahkan ketika anak terlihat lebih kecil dari teman seusianya, orang tua tuh langsung panik lalu mengejar berat badan dengan susu atau makanan tinggi kalori supaya cepat gemuk,” ujar dia.

Menurut dr. Ardi, kenaikan berat badan secara drastis bukan berarti pertumbuhan anak semakin baik. Kelebihan berat badan sejak usia anak-anak justru dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan ketika dewasa.

“Padahal berat badan yang naik berlebihan bukan berarti pertumbuhannya semakin baik. Kelebihan berat badan sejak anak-anak itu dapat berlanjut menjadi obesitas, dan meningkatkan risiko gangguan metabolik seperti resistensi insulin, diabetes tipe 2, hipertensi, fatty liver, hingga penyakit kardiovaskular di kemudian hari,” ujar dr Ardi.

Karena itu, dia meminta orang tua mengubah fokus ketika berkonsultasi dengan dokter. Pertanyaan yang diajukan sebaiknya tidak hanya berkaitan dengan cara menaikkan berat badan anak, tetapi juga memastikan pertumbuhan anak berjalan sesuai kurva.

“Jadi jangan hanya bertanya, ‘Dok, bagaimana supaya anak saya cepat gemuk?’ Tapi tanyakan, ‘Dok, pertumbuhan anak saya masih sesuai kurva atau tidak ya?’,” ucap dia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut