Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ruben Onsu Stres Berat gegara Konflik dengan Sarwendah, Begini Kondisinya Sekarang
Advertisement . Scroll to see content

Stres Bikin Penis Terasa Kecil? Dokter Ungkap Penyebab Sering Tak Disadari

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:35:00 WIB
Stres Bikin Penis Terasa Kecil? Dokter Ungkap Penyebab Sering Tak Disadari
Faktor psikologis seperti stres dan gangguan kecemasan dapat membuat seseorang merasa ukuran penisnya kecil. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Banyak pria menganggap ukuran penis sebagai salah satu faktor yang memengaruhi rasa percaya diri hingga kepuasan dalam hubungan intim. Tak heran, sebagian pria merasa cemas ketika menganggap ukuran organ vitalnya lebih kecil dari yang diharapkan.

Padahal, persepsi tersebut tidak selalu berkaitan dengan kondisi fisik. Faktor psikologis seperti stres dan gangguan kecemasan dapat membuat seseorang merasa ukuran penisnya kecil, meski secara medis masih berada dalam batas normal.

Dokter spesialis andrologi, dr. Jefry Tribowo, menjelaskan bahwa kondisi mental seseorang dapat memengaruhi cara dia menilai tubuhnya sendiri, termasuk ukuran penis.

"Ada kelainan penis kecil yang disebabkan oleh faktor psikis, alias pikiran. Jadi sebetulnya, pria tersebut penisnya tuh normal-normal aja, ukuran panjangnya udah sesuai dengan rata-rata. Tetapi dia selalu ngerasa enggak puas, dia merasa kalau penisnya tuh kecil, mungil," kata dr. Jefry dalam unggahan di akun Instagramnya, dikutip Jumat (31/7/2026).

Menurut dia, stres maupun gangguan kejiwaan tertentu dapat menciptakan bias persepsi sehingga seseorang menilai ukuran penisnya tidak sesuai kenyataan.

"Nah, hati-hati ya, karena ada beberapa kondisi kelainan kejiwaan, atau stres, atau pikiran, yang akhirnya ini bisa membuat kita menjadi bias dalam menilai panjang penis," katanya.

Selain faktor psikologis, dr. Jefry menjelaskan adanya bias visual yang juga sering membuat pria merasa ukuran penisnya lebih kecil. Hal ini dipengaruhi oleh sudut pandang saat melihat tubuh sendiri dibandingkan saat melihat tubuh orang lain.

"Terlebih kalau kita ngelihat panjang penis orang lain kan kita ngelihatnya dari sudut pandang depan, ya. Saat kita melihat penis kita sendiri, kita kan ngelihatnya dari atas. Biasanya kalau dari atas ini kita ngelihatnya lebih kecil, apalagi kalau banyak bulu-bulu yang lebat. Nah, itu penisnya kadang kelihatannya lebih kecil, padahal sebetulnya normal," ujarnya.

Karena itu, dia menyarankan pria melakukan pengukuran penis dengan cara yang benar agar memperoleh hasil yang objektif. Jika hasilnya berada dalam rentang normal, tidak perlu merasa minder atau cemas berlebihan.

"Makanya sangat penting kita harus ngukur. Kalau memang ngukurnya udah tepat dan panjangnya aman, udah kita enggak perlu minder. Karena tadi prinsipnya itu sudah sangat cukup untuk memuaskan," katanya.

Dr Jefry juga mengingatkan bahwa apabila rasa cemas terhadap ukuran penis berlangsung terus-menerus hingga mengganggu kepercayaan diri atau kualitas hidup, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau tenaga kesehatan agar mendapatkan penilaian dan penanganan yang tepat.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut