Stres Rumah Tangga Bisa Picu Keguguran? Ini Penjelasan Medisnya
Berdasarkan laporan MSD Manuals, keguguran paling sering disebabkan oleh kelainan kromosom pada janin, terutama pada trimester pertama kehamilan. Selain itu, faktor lain seperti infeksi, penyakit kronis pada ibu, hingga gaya hidup juga memiliki peran signifikan.
Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa stres emosional atau guncangan psikologis tidak terbukti sebagai penyebab langsung keguguran. Artinya, stres bukan faktor utama yang secara langsung menyebabkan kehamilan berakhir.
Namun demikian, bukan berarti stres bisa dianggap sepele. Sejumlah kajian kesehatan menyebutkan, stres berat dan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko keguguran secara tidak langsung. Hal ini berkaitan dengan respons biologis tubuh terhadap stres.
Saat seseorang mengalami stres kronis, tubuh akan memproduksi hormon stres seperti kortisol dalam jumlah tinggi. Kondisi ini dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh, di antaranya:
- Menurunkan daya tahan tubuh (imunitas)
- Mengganggu keseimbangan hormon kehamilan
- Memicu gangguan tidur dan pola makan