Suka Sakit Tiap Kali Bercinta, Wanita Waspadai Penyakit Berbahaya Ini
“Ketika menstruasi pertama pada usia 10 tahun, saya mencoba memakai tampon. Tapi saat itu rasanya seperti menyiksa karena seakan tidak ada lubang untuk mengeluarkan dan seperti ada dinding di depan lubang,” ucap Isley, seperti dilansir dari Mirror, Selasa (8/10/2018).
Pengalaman tidak mengenakkan itu berlanjut hingga dirinya berhubungan seksual dengan pasangannya. Pada saat itu, karena nyeri yang cukup menyakitkan, Isley merasa bersalah.
“Padahal itu merupakan sesuatu yang bukan salah saya. Saya merasa tidak dapat mengendalikan tubuh untuk menahan rasa sakit. Ini membuat saya frustasi dan cukup memengaruhi perasaan saya kepada pasangan,” tuturnya.
Isley terus-menerus merasa takut bila pasangannya berpikir jika dia tidak mencintai atau tidak tertarik karena sering merasa sakit saat berhubungan seks. Setelah didiagnosis menderita vaginismus, akhirnya dia memutuskan untuk menjalani perawatan guna meredakan nyeri. Dirinya berobat dengan pelatih khusus Miss V.
Melalui fisioterapi, perlahan ukuran Miss V Isley bertambah dan otot-ototnya mulai kendur. Namun, dirinya sadar bila itu tidak otomatis menyembuhkan vaginismus dalam jangka panjang. Hal itu membuatnya menuliskan cerita tentang kondisinya agar semakin banyak orang yang mengetahui tentang vaginismus.
Sementara itu, pengobatan yang biasanya disarankan untuk vaginismus adalah terapi psikoseksual, latihan dasar panggul, dan fokus sensasi. Latihan-latihan ini dapat membantu perempuan untuk lebih rileks dan meningkatkan dorongan seksual. Demikian dimuat Okezone.com.
Editor: Tuty Ocktaviany