Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkes Imbau Masyarakat Pakai Masker Lagi di Tengah Merebaknya Super Flu
Advertisement . Scroll to see content

Super Flu Menyebar di Indonesia, Kenali Gejala dan Tanda Bahayanya

Kamis, 24 September 2026 - 13:57:00 WIB
Super Flu Menyebar di Indonesia, Kenali Gejala dan Tanda Bahayanya
Ilustrasi infeksi Super Flu. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Bagi kelompok tersebut, konsultasi dengan dokter sebaiknya dilakukan lebih awal ketika mengalami gejala influenza karena obat antivirus dapat memberikan manfaat paling besar jika diberikan sedini mungkin. WHO menyebut terapi antivirus idealnya diberikan dalam 48 jam sejak gejala mulai muncul pada kelompok yang membutuhkan.

Waspadai Tanda Bahaya pada Orang Dewasa

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada sejumlah tanda bahaya yang mengharuskan seseorang segera mendapatkan pertolongan medis.

Pada orang dewasa, tanda tersebut antara lain:

  • Kesulitan bernapas atau sesak napas
  • Nyeri atau tekanan yang menetap di dada atau perut
  • Pusing terus-menerus, kebingungan, atau sulit dibangunkan
  • Kejang
  • Tidak buang air kecil
  • Nyeri otot yang sangat berat
  • Tubuh sangat lemah atau tidak stabil saat berdiri atau berjalan
  • Demam atau batuk yang sempat membaik kemudian kembali atau justru semakin parah
  • Kondisi penyakit kronis yang sebelumnya dimiliki menjadi semakin buruk

Tanda-tanda tersebut dapat menunjukkan adanya komplikasi atau kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

Waspadai Gejala Berat pada Anak

Orang tua juga perlu lebih waspada ketika anak mengalami gejala influenza.

CDC menyebut beberapa tanda bahaya pada anak, antara lain napas cepat atau kesulitan bernapas, bibir atau wajah tampak kebiruan, tulang rusuk tertarik ke dalam ketika bernapas, nyeri dada, nyeri otot berat hingga anak menolak berjalan, serta tanda dehidrasi seperti tidak buang air kecil selama sekitar delapan jam, mulut kering, atau tidak mengeluarkan air mata saat menangis.

Anak yang tidak responsif atau sulit berinteraksi ketika terjaga, mengalami kejang, mengalami demam yang sangat tinggi dan tidak terkendali dengan obat penurun demam, atau mengalami perbaikan gejala yang kemudian kembali memburuk juga perlu segera mendapatkan pertolongan medis.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut