Tangan Gemetar saat Hadapi Konflik Bukan Berarti Pengecut, Ini Penjelasan Medis
Adrenalin berperan mempersiapkan tubuh untuk menghadapi situasi yang dianggap mengancam. Efeknya dapat berupa peningkatan detak jantung, perubahan kesiagaan tubuh, hingga munculnya getaran pada tangan.
“Adrenalin akan membuat beberapa efek di tubuh seperti detak jantung jadi cepat, hingga tangan jadi gemetar. Adrenalin juga menyiapkan energi di tubuh untuk lari atau adu fisik,” kata dia.
Getaran tersebut berkaitan dengan perubahan aktivitas otot dan respons fisiologis tubuh ketika berada dalam kondisi siaga. Karena itu, tangan gemetar saat menghadapi konflik tidak serta-merta menunjukkan seseorang pengecut atau tidak mampu mengendalikan diri.
“Jadi tangan gemetar itu BUKAN tanda takut atau pengecut, TAPI memang mekanisme tubuh untuk mempertahankan kondisi siaga pada kondisi ada konflik,” kata dr Adam.
Meski demikian, tangan gemetar tidak selalu disebabkan oleh respons stres atau adrenalin. Jika kondisi tersebut sering terjadi tanpa pemicu yang jelas, berlangsung terus-menerus, atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.