Tantangan Tenaga Kesehatan di Era Industri 4.0 melalui Artificial Intelligence dalam Menghadapi Pandemi Covid-19
Selanjutnya, Kirana mengajak tenaga kesehatan di Puskesmas sebagai tenaga terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk dapat mengedukasi di tengah pandemi, agar tetap aman, sehat dan tetap produktif.
Di tempat yang sama, Direktur Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat menjelaskan, “Tenaga kesehatan di Era sekarang berada di tengah industri 4.0, artinya mulailah beralih dari kuratif kepada upaya promotif dan preventif melalui artificial intelligence (kecerdasan buatan) di tengah pandemi Covid-19. Riskiyana mengungkapkan Upaya Tenaga Kesehatan dalam alih teknologi sangatlah dibutuhkan untuk meningkatkan mutu dan mempunyai daya saing, terutama dalam menghadapi pandemi saat ini.
Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) memaparkan Peran Tenaga Promosi Kesehatan Dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Sebagai organisasi profesi Dr. Rita Damayanti, MSPH, lebih jauh mengungkapkan, “Pada awal pandemi semua dibebankan di rumah sakit, sehingga kita harus melakukan flattening the curve (meratakan kurva) dengan menekan penularan supaya rumah sakit tidak kewalahan dan menempatkan Promosi Kesehatan di garda terdepan,” ucapnya.
“Karena itulah, PPPKMI mendukung Puskesmas melalui Pemantauan pada ODP dan PDP (istilah saat itu), melakukan layanan dasar, menjangkau kelompok 4 atau kelompok marginal untuk pencegahan Covid-19, dan terlibat dalam gugus tugas Covid-19, dengan pembekalan, pelayanan, edukasi, komunikasi dan sosialisasi,” ucap dia. (CM)
Editor: Tuty Ocktaviany