Teknologi Ultherapy PRIME di Mimi Aesthetic & Wellness Jadi Solusi Kulit Kendur, Ini Keunggulannya!
JAKARTA, iNews.id - Tanda-tanda penuaan kulit seperti kulit kendur, berkurangnya elastisitas, hingga perubahan kontur wajah menjadi perhatian dalam dunia estetika. Seiring perkembangan teknologi, prosedur pengencangan kulit tanpa operasi atau noninvasif menjadi salah satu pilihan perawatan yang dapat dipertimbangkan sesuai kondisi kulit masing-masing individu.
Salah satu teknologi yang digunakan untuk membantu mengatasi kulit kendur adalah Ultherapy PRIME. Teknologi berbasis ultrasound ini mengandalkan energi ultrasound terfokus dan visualisasi jaringan secara langsung untuk membantu dokter menentukan kedalaman serta area perawatan secara lebih terarah.
Teknologi tersebut turut diperkenalkan dalam rangkaian perayaan 16 tahun Mimi Aesthetic & Wellness yang mengusung tema Beauty, Health, Longevity di Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Klinik yang didirikan dr. Mimi Safei ini menghadirkan beragam teknologi estetika dengan pemilihan tindakan berdasarkan konsultasi dan evaluasi medis.

Founder Mimi Aesthetic & Wellness, dr. Mimi Safei, menegaskan bahwa pemilihan treatment tidak bisa disamaratakan. Menurut dia, kondisi kulit dan indikasi medis setiap pasien menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan prosedur yang tepat.
"Dalam memilih treatment, harus sesuai dengan indikasi yang ada pada setiap pasien. Contohnya, jika datang pada usia 40-50 itu pasti aging. Nah, kalau namanya aging pasti sudah ada laxity, lebih turun, kami carikan produk untuk lifting," ujar dr. Mimi.
Sebaliknya, pasien berusia lebih muda yang datang dengan keluhan bekas jerawat misalnya, mereka tentu membutuhkan pendekatan berbeda. Perawatan diarahkan untuk membantu mengatasi bekas jerawat atau acne scars, bukan langsung menggunakan prosedur pengencangan kulit.
"Jadi, treatment diberikan sesuai dengan indikasi masing-masing pasien," katanya.
Menurut dr. Mimi, salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk prosedur pengencangan kulit noninvasif adalah Ultherapy PRIME.
Ultherapy PRIME menggunakan teknologi microfocused ultrasound with real-time visualization (MFU-V), yakni ultrasound terfokus dengan visualisasi jaringan secara langsung. Teknologi ini memungkinkan dokter melihat lapisan jaringan di bawah permukaan kulit saat merencanakan dan melakukan perawatan.
Jadi, energi ultrasound difokuskan pada titik-titik tertentu di jaringan kulit untuk menghasilkan panas terkontrol. Proses ini ditujukan untuk merangsang respons alami tubuh dalam membentuk kolagen, protein yang berperan menjaga kekuatan dan elastisitas kulit.
Kolagen mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap berkurangnya kekencangan kulit dan munculnya tanda-tanda penuaan.
Keunggulan lain dari teknologi ini adalah fitur visualisasi yang membantu dokter mengamati lapisan jaringan dan menentukan kedalaman pemberian energi. Pada sistem Ulthera, visualisasi ultrasound dapat menjangkau hingga sekitar 8 milimeter di bawah permukaan kulit, sesuai dengan spesifikasi alat dan transduser yang digunakan.
Dengan demikian, dokter dapat menyesuaikan prosedur berdasarkan anatomi serta kebutuhan pasien, bukan sekadar menentukan tindakan berdasarkan usia.
Ultherapy PRIME merupakan pengembangan platform Ultherapy dengan peningkatan tampilan visualisasi dan efisiensi penggunaan. Meski demikian, hasil perawatan dapat berbeda pada setiap orang dan prosedur ini tidak memberikan hasil yang sama dengan operasi facelift.
Marketing Manager Merz Team, Aditya, mengatakan teknologi Ultherapy telah digunakan dalam praktik estetika selama lebih dari 17 tahun dan didukung berbagai publikasi ilmiah.
"Saat ini Ultherapy PRIME sudah dipercaya dari seluruh dokter di dunia karena kami sudah berpengalaman lebih dari 17 tahun dan tentunya didukung oleh data-data riset yang sangat kuat dengan 120 publikasi ilmiah,” kata Aditya.

Dia menjelaskan, Ultherapy PRIME menggunakan teknologi noninvasif berbasis microfocused ultrasound dengan visualisasi secara langsung.
Menurut Aditya, fitur visualisasi tersebut membantu dokter memantau area perawatan sekaligus menentukan penyaluran energi dengan lebih terarah.
"Teknologi ini membantu bukan hanya pasien, tapi juga dokter, bagaimana bisa melihat energi yang disalurkan tetap aman, presisi, dan sesuai personalisasi. That's why kami bangga bahwa Ultherapy PRIME telah menjadi number one the world leading untuk noninvasif lifting," katanya.
Meski menawarkan prosedur tanpa pembedahan, Ultherapy PRIME tetap memerlukan penilaian medis sebelum digunakan. Tidak semua keluhan kulit dapat ditangani dengan teknologi yang sama, sehingga konsultasi menjadi bagian penting dalam menentukan manfaat dan risiko perawatan.
Memasuki usia ke-16, Mimi Aesthetic & Wellness mengusung filosofi Beauty, Health, Longevity, yang menempatkan kecantikan, kesehatan, dan kualitas hidup jangka panjang sebagai bagian dari perawatan diri.
Selain Ultherapy, klinik tersebut menghadirkan sejumlah teknologi estetika lain, antara lain Oligio X, Aerolase, Picoway, Onda Pro, Emsculpt Neo, dan RF Exilis. Setiap teknologi memiliki fungsi berbeda sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

"Memasuki tahun ke-16, kami ingin terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan customer, didukung teknologi estetika modern dan kompetensi tim dokter. Bagi kami, kecantikan bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga kesehatan, kepercayaan diri, dan bagaimana kita merawat diri untuk jangka panjang," ujar dr. Mimi.
Dia menambahkan, melalui tema Beauty, Health, Longevity, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan yang personal dan profesional dengan mengutamakan kualitas serta keamanan pasien.
Pada akhirnya, pemilihan teknologi estetika bukan semata-mata mengikuti tren atau usia. Konsultasi dengan dokter, pemahaman terhadap manfaat dan risiko, serta ekspektasi hasil yang realistis tetap menjadi dasar sebelum seseorang menjalani prosedur pengencangan kulit.
Editor: Muhammad Sukardi