Telur Ceplok atau Dadar, Mana Lebih Sehat? Begini Penjelasan Ahli Gizi
JAKARTA, iNews.id - Telur ceplok atau telur dadar kerap menjadi pilihan menu sarapan maupun lauk sehari-hari. Namun, banyak masyarakat masih bertanya-tanya, mana yang lebih sehat di antara keduanya, terutama bagi yang sedang menjalani pola makan sehat.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Dr Karina Rahmadia Ekawidyani, mengatakan secara umum telur ceplok dan telur dadar memiliki kandungan gizi yang hampir sama. Perbedaan utamanya terletak pada jumlah minyak dan bahan tambahan yang digunakan saat proses memasak.
"Secara umum tidak ada perbedaan kandungan gizi yang berarti antara telur ceplok dan telur dadar. Yang membedakan biasanya adalah kandungan lemak, bergantung dari jumlah minyak yang digunakan untuk memasak," katanya, dalam keterangan tertulis dilansir Kamis (17/7/2026).
Dia menjelaskan, telur dadar umumnya memiliki kandungan kalori dan lemak yang sedikit lebih tinggi karena cenderung menyerap lebih banyak minyak saat digoreng. Selain itu, penambahan bahan seperti keju, tepung, sosis, atau daging cincang juga dapat meningkatkan jumlah kalori dan energi pada hidangan tersebut.
Menurut Dr Karina, proses memasak justru memberikan manfaat terhadap kualitas protein telur. Pemanasan membuat protein mengalami denaturasi sehingga lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.