Tempo Scan Gandeng Raksasa Farmasi China Bentuk Joint Venture, Perluas Akses Obat Bioteknologi di Indonesia
"Diharapkan mendorong produk bio untuk penyakit prioritas," ujar Airlangga.
Ia menambahkan, produksi lokal juga berpotensi menekan harga obat bioteknologi sehingga terapi modern dapat dijangkau lebih banyak masyarakat. Bahkan, obat-obatan tersebut diharapkan nantinya dapat masuk ke dalam skema pembiayaan BPJS Kesehatan.
"Harganya bisa ditekan dan diakses sistem BPJS," katanya.
Sementara itu, Executive Chairman and Co-Founder Tempo Scan Group Handojo S. Muljadi menjelaskan bahwa pembentukan perusahaan patungan dipilih sebagai bentuk komitmen jangka panjang kedua perusahaan, bukan sekadar kerja sama distribusi atau lisensi produk.
Menurut Handojo, Tempo Scan dan CTTQ juga telah menyiapkan peta jalan alih teknologi (technology transfer) secara berkelanjutan agar Indonesia memiliki kemampuan memproduksi obat-obatan bioteknologi secara mandiri.
"Joint venture berwawasan jangka panjang," ujar Handojo.
Ia menilai kolaborasi ini akan meningkatkan persaingan di industri farmasi, khususnya untuk produk specialty pharmaceutical berkualitas tinggi. Dampaknya, harga terapi modern, termasuk untuk pengobatan kanker, diharapkan menjadi lebih terjangkau.
Handojo mengungkapkan, Indonesia mencatat hampir 500 ribu kasus kanker setiap tahun. Karena itu, kehadiran produk bioteknologi yang berkualitas dan kompetitif menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.