Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Vaksinasi Covid-19 Capai 3 Juta Dosis, Sandiaga Uno Sebut Pariwisata Bali Siap Dibuka
Advertisement . Scroll to see content

Vaksinasi Terbukti Turunkan Kasus Harian, tapi Belum Halau Jenis Mutasi Covid-19

Senin, 14 Juni 2021 - 09:07:00 WIB
Vaksinasi Terbukti Turunkan Kasus Harian, tapi Belum Halau Jenis Mutasi Covid-19
Vaksinasi diketahui turunkan kasus harian Covid-19. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat infeksi Covid-19 terus turun di negara-negara yang menggunakan vaksin Moderna, Pfizer-BioNTech atau AstraZeneca, namun kemanjuran vaksin ini menyusut secara substansial dalam pencegahan varian Beta.

Dari laporan yang dilakukan oleh JP Morgan, terakhir diperbarui pada hari Jumat (11/6/2021), dikutip Menteri Kesehatan Ong Ye Kung dalam sebuah unggahan Facebook pada Sabtu. Dia menulis bahwa sangat menggembirakan semakin tinggi tingkat vaksinasi, semakin rendah tingkat infeksi.

Laporan juga menerbitkan grafik yang menunjukkan penurunan infeksi harian baru okeh karena lebih banyak orang divaksinasi di beberapa negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman.

"Ini menunjukkan gambaran yang menggembirakan ... Tentu saja, tindakan non-medis seperti jarak sosial dan pemakaian masker masih harus dilakukan hingga sekarang," kata Ong, dikutip dari The Straits Times, Senin (14/6/2021). 

Vaksin Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca semuanya menunjukkan penurunan efektivitas terhadap varian Beta, pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dari penelitian laboratorium. Berapa banyak dari data ini diterjemahkan menjadi pengurangan efektivitas dunia nyata yang tidak jelas.

Laporan tersebut menyebutkan perusahaan-perusahaan tersebut dilaporkan mengonfigurasi ulang vaksin untuk melihat apakah mereka dapat meningkatkan hasil. Sementara varian Beta memiliki penyebaran minimal sejauh ini di AS, hal itu diketahui mulai menyebar lebih luas di Prancis dan Jepang.

Sementara itu, vaksin Pfizer dan AstraZeneca diketahui cukup ampuh menghambat penyebaran varian Delta. Laporan BBC menjelaskan bahwa dua dosis vaksin memberikan tingkat perlindungan yang sama terhadap penyakit simtomatik dari varian Delta.

Fakta lainnya adalah vaksin AstraZeneca memiliki efektivitas 60 persen terhadap varian Delta. Sedangkan Pfizer 88 persen.   

"Namun, kedua vaksin ini hanya 33% efektif melawan varian Delta pada tiga minggu usai vaksinasi dosis pertama, beda dengan pencegahan varian Alpha yang efektivitasnya adalah 50%," tulis laporan BBC. 

Public Health England (PHE) yang menjalankan penelitian ini mengatakan bahwa vaksin tersebut kemungkinan akan lebih efektif dalam mencegah pasien masuk rumah sakit dan kematian. Meski, menurut penelitian terbaru vaksin AstraZeneca dan Pfizer juga dipercaya mampu mencegah penularan Covid-19. 

Editor: Dyah Ayu Pamela

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut