Warning! Polusi Udara Terbukti Sebabkan ISPA hingga Ganggu Paru-Paru Anak
"Memperlambat pertumbuhan paru artinya, kapasitas paru anak untuk menampung dan mengalirkan udara berkembang lebih lambat dari yang seharusnya. Bayangkan sebuah wadah yang idealnya membesar seiring bertambahnya usia, tapi karena polusi, proses membesarnya jadi tertahan," jelasnya.
Menurut Prof. Erlina, penelitian tersebut juga menemukan bahwa masa remaja menjadi fase penting dalam perkembangan paru-paru. Pada periode tersebut, paru mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga paparan polusi perlu mendapat perhatian serius.
"Temuan pentingnya, dampak paling besar justru terjadi pada masa remaja, yaitu periode ketika paru sedang tumbuh paling pesat. Semakin banyak polusi yang dihirup sejak dini, semakin besar pula potensi paru tidak mencapai kapasitas maksimalnya kelak," ujarnya.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan dengan kualitas udara yang kurang baik. Prof. Erlina menilai temuan tersebut relevan bagi orang tua yang membesarkan anak di kawasan dengan tingkat polusi tinggi.
"Bagi warga Jakarta, yang dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat polusi udara tinggi, temuan ini tentu relevan untuk direnungkan, khususnya bagi orang tua yang membesarkan anak di tengah kualitas udara yang belum ideal," tuturnya.