Album Digarap 3 Tahun, Begini Kemeriahan Mega Konser NOAH di RCTI

Febrines Stefanif ยท Kamis, 24 Oktober 2019 - 08:40 WIB
Album Digarap 3 Tahun, Begini Kemeriahan Mega Konser NOAH di RCTI

Band NOAH kembali menggebrak layar kaca melalui Mega Konser NOAH dengan album barunya 'Keterkaitan Keterikatan' yang disiarkan live di RCTI. (Foto: iNews.id/Febrines Stefanif)

JAKARTA, iNews.id - Band NOAH kembali menggebrak layar kaca melalui Mega Konser NOAH dengan album barunya 'Keterkaitan Keterikatan' yang disiarkan live di RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (23/10/2019), pukul 22.00 WIB. Konser NOAH juga dimeriahkan beberapa penyanyi Tanah Air.

"Malam ini bukan cuma NOAH yang ada di sini, kita kolaborasi dengan BCL, milenialnya ada Danilla, juga ada satu lagi yang spesial gue lihat yaitu Andmesh. Kita tukeran lagu sama mereka," kata sang vokalis Ariel.

Berlangsung meriah, konser NOAH dibuka dengan lagu Wanitaku, yang merupakan lagu terbaru dirilis dalam album Keterkaitan Keterikatan. Disusul tembang Suara Pikiranku diikuti dengan penonton yang juga ikut menyanyikan lagu tersebut.

Ariel menuturkan, penggarapan album Keterkaitan Keterikatan memakan waktu lama. "Album ini digarap 3 tahun karena mungkin hidup gue berubah kali ya. Pas umur 22 pengen main musik terus. Tapi kita kan butuh kosa kata yang berbeda terus, jadi butuh waktu," katanya.

Total ada delapan lagu baru dalam album bertemakan cinta tersebut dinyanyikan dalam Mega Konser NOAH. Lagu-lagu tersebut, yaitu Wanitaku, Kupeluk Hatimu, Mendekati Lugu, Mencari Cinta, Menemaniku, Kau Udara Bagiku, My Situation dan Jalani Mimpi.

"Mengenai lagu Mendekati Lugu kalau dari saya ini cerita tentang seseorang yang terlalu memuja cinta. Enggak selalu negatif, tapi ada juga yang positif dari dia. Lagu ini menceritakan kalau dia itu siap menerima semua konsekuensi yang akan datang," ujar Ariel

Selain membawakan lagu-lagu terbaru, NOAH juga bernostalgia dengan menyanyikan beberapa lagu dari album-album lamanya, seperti Sally Sendiri.

Sejumlah fans telah memadati area konser sejak pukul 19.00 WIB. Sebagian besar dari mereka mengenakan kaos merah dengan gambar sehelai bulu merah khas NOAH. Bukan hanya dari Jakarta, sahabat NOAH juga ada yang berasal dari Bali, Bengkulu, bahkan Singapura.

Editor : Dani Dahwilani