Cerita di Balik Lagu Sampai Jumpa Endank Soekamti yang Dinyanyikan Awak KRI Nanggala

Riezky Maulana ยท Rabu, 05 Mei 2021 - 05:15:00 WIB
Cerita di Balik Lagu Sampai Jumpa Endank Soekamti yang Dinyanyikan Awak KRI Nanggala
Grup musik asal Yogyakarta, Endank Soekamti, menciptakan lagu Sampai Jumpa di Gili Sudak, Lombok, NTB pada 2015 silam. (Foto: Instagram/Endank Soekamti).

JAKARTA, iNews.id Lagu Sampai Jumpa milik grup pop punk asal Yogyakarta, Endank Soekamti viral di jagat maya belum lama ini. Lagu tersebut menyedot perhatian publik setelah muncul video yang menunjukkan awak KRI Nanggala 402 menyanyikannya.

Video itu diunggah vokalis Endank Soekamti, Erix Soekamti, di akun instagramnya, Minggu (25/4/2021). Kemunculan video di saat KRI Nanggala hilang kontak dan tak diketahui nasibnya itu tak pelak membuat netizen merinding.

Ketika Nanggala akhirnya dinyatakan tenggelam dan 53 awak gugur, unggahan Erix Soekamti kembali viral. Netizen dibuat banjir air mata dengan rekaman momen mengharukan tersebut. 

Awak KRI Nanggala bernyanyi berasama di dalam kapal selam (Instagram @erixsoekamti)

Erix Soekamti dalam unggahan berikutnya menceritakan tentang lagu Sampai Jumpa. Tembang ini merupakan single dalam album Soekamti Day yang dibuat enam tahun silam.

“Lagu - SAMPAI JUMPA - memang bukan lagu single, bahkan tdk pernah Kita promokan sebelumnya. Lagu itu Kita tulis 6 tahun yang lalu di hari hari terakhir @rekamanoutdoor album @endanksoekamti,” kata Erix, dikutip Rabu (5/5/2021).

Dia menuturkan, lagu itu dibuat untuk besoknya dinyanyikan saat berpisah dengan warga Gili Sudak, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Selama 30 hari alias satu bulan mereka berada di pulau tersebut untuk berkarya. 

Proses pencarian KRI Nanggala-402 terus dilakukan. (Foto: Ist)

“Dalam hal apapun, semoga...apa yang kita buat dari hati akan sampai ke hati juga,” tuturnya.

Untuk diketahui, album Soekamti Day dirilis pertama kali pada 16 Februari 2016 di Taman Budaya Yogyakarta. Album ini berisi 17 track, satu di antaranya Sampai Jumpa.

Pembuatan album ini dapat disebut antimainstream. Endank Soekamti menepi satu bulan di Gili Sudak. Lagu-lagu direkam dengan konsep outdoor alias ruangan terbuka.

Editor : Zen Teguh

Halaman : 1 2