Dipadati Ribuan Penonton, Soundrenaline Sana Sini di Bandung Satukan Musik dan Kota
Venue lain, Savoy Homann, menghadirkan Efek Rumah Kaca yang tampil dua kali dengan set berbeda: Kamar Gelap Set pada sore hari dan Rumah Kaca Set pada malamnya. Astera, Pusakata, dan Marie Joe turut meramaikan panggung sejak sore.
Di Le Braga Coffee & Kitchen, aktivitas kreatif menjadi sorotan. MerDeFeu dan HIMTEP membuka sesi musik, sementara area The Lab menghadirkan live tufting, live printing, hingga barista takeover bersama White Shoes. Zona The Space juga dipadati pengunjung yang berburu rilisan kolektif musik dan produk kreatif lokal.
Adapun Landmark Braga menghadirkan energi panggung yang lebih besar lewat penampilan Krowbar, Saratuspersen, Electricbird, dan Sillas. Malam harinya ditutup dengan Lair, Endah N Resha, dan kolaborasi 510 x SvaraWestJava Orchestra yang menjadi salah satu momen paling meriah di Braga malam itu.
Di tengah keramaian, beberapa penonton membagikan pengalamannya menikmati konsep festival multilokasi. Salah satunya penonton asal Bandung, Suci Swastri (26) menilai, format multilokasi menjadi nilai tambah Soundrenaline 2025 karena memberikan pengalaman berbeda dari acara musik sejenis.
"Acaranya fun banget. Kita nggak bosen nunggu di satu tempat," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Senada dengan Suci, Angga Prawira (25) menyebut, konsep Sana-Sini ini mirip festival musik di luar negeri. Pengalaman berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya menghidupkan suasana lebih hidup. "Jujur ini konsepnya unik dimana-mana (panggung)," katanya.
Keduanya memilih datang ke Soundrenaline Sana Sini di Bandung untuk menyaksikan Efek Rumah Kaca dan Endah N Resha membawakan lagu-lagu andalan.