Mengenang Areng Widodo, Pencipta Lagu Syair Kehidupan dan Jarum Neraka

Fajar Adityo Nugroho ยท Jumat, 01 November 2019 - 13:11 WIB
Mengenang Areng Widodo, Pencipta Lagu Syair Kehidupan dan Jarum Neraka

Areng Widodo adalah pencipta lagu Syair Kehidupan yang dipopulerkan oleh Ahmad Albar. (Foto: Instagram).

JAKARTA, iNews.id - Industri musik Indonesia kembali berduka atas meninggalnya musisi Areng Widodo. Pencipta lagu tersebut menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis, 31 Oktober 2019 di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Meski jarang terlihat di hadapan publik, Areng Widodo merupakan salah satu maestro di musik Indonesia. Dia banyak menciptakan karya lagu terbaik yang dipopulerkan oleh musisi Indonesia.

Untuk mengenang karya dan sumbangsih Areng Widodo untuk musik Indonesia, berikut fakta-fakta yang iNews.id susun dari berbagai sumber.

1. Pencipta Lagu Syair Kehidupan

Lagu Syair Kehidupan populer dinyanyikan oleh Ahmad Albar dan masih diperdengarkan hingga sekarang. Areng Widodo adalah sosok dibalik karya legendaris ini.

Tak hanya Syair Kehidupan, Areng juga menciptakan karya legendaris lainnya seperti Derita Jiwa, Harapan Bunda, Langkah Pengembara, Jarum Neraka dan banyak lagi.

2. Kerap Masuk Nominasi Festival Film Indonesia

Tak hanya piawai menciptakan lagu, Areng juga terlibat sebagai penata musik film. Karyanya banyak menghiasai film-film Indonesia seperti, Malioboro, Jangan Renggut Cintaku, Lagu Untuk Seruni dan Boss Carmad yang semuanya masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia kategori Penata Musik Terbaik.

3. Sempat Bergabung di Bengkel Teater WS Rendra

Kiprah Areng Widodo sangat banyak di dunia musik. Dia juga sempat bergabung di Bengkel Teater WS Rendra sebagai penata musik.

4. Bakat Menurun ke Anak

Bakat dan kepiawaian yang dimiliki Areng Widodo menurun kepada Holly Caesar putranya. Pemuda yang tinggal di Yogyakarta ini memiliki olah vokal serta permainan yang bagus.

Dia meneruskan kiprah ayahnya dengan mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol dan sukses memukau para juri. Meski lolos audisi, sayangnya langkahnya terhenti saat di Babak Eliminasi.


Editor : Adhityo Fajar