10 Contoh Ceramah tentang Isra Mi'raj Beserta Dalilnya, Singkat dan Jelas
Persaudaraan dan persatuan umat Islam bukanlah sekadar pesan moral, melainkan amanah dan harapan yang diwariskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT berfirman:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara." (QS. Ali Imran: 103)
Rasulullah SAW juga menyampaikan pesan yang sangat jelas, "Orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, saudara-saudara yang dirahmati Allah, mari kita bersama-sama menjaga persaudaraan dan persatuan umat Islam. Mari kita saling membangun hubungan yang penuh cinta, kasih sayang, dan tolong-menolong di antara sesama muslim. Mari kita tinggalkan ego dan prasangka yang dapat merusak persatuan kita.
Lebih dari itu, marilah kita saling menghormati, menghargai, dan mengakui perbedaan serta keragaman di antara kita. Persatuan umat Islam bukanlah tentang keseragaman, melainkan kebersamaan dalam perbedaan. Kebersamaan ini diperkuat oleh kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, yang menjadi fondasi utama persaudaraan kita.
Dengan menjaga persaudaraan dan persatuan umat Islam, kita bukan hanya memenuhi amanah Allah dan Rasul-Nya, tetapi juga merawat kekuatan dan keindahan umat ini. Mari kita bahu-membahu menghadapi tantangan dan cobaan dengan dukungan dan doa untuk satu sama lain, sebagaimana Nabi Muhammad SAW dan para rasul terdahulu.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah-Nya kepada kita untuk menjalankan persaudaraan dan persatuan ini dengan tulus dan ikhlas. Amin. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang dengan rahmat-Nya memberikan bukti kasih sayang-Nya kepada kita, umat-Nya. Hari ini, mari kita bersama-sama merenungi kedudukan dan kehormatan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Miraj, yang menjadi manifestasi nyata dari kasih sayang Allah SWT kepada beliau dan umat ini.
Dalam perjalanan Isra Miraj, kita dapat melihat bagaimana Allah SWT memuliakan Nabi Muhammad SAW dengan memberikan keistimewaan yang tidak diberikan kepada nabi dan rasul lainnya. Beberapa keistimewaan tersebut menjadi bukti konkret dari kedudukan luhur beliau di sisi Allah SWT, di antaranya adalah:
Pertama, Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan penutup para nabi. Allah SWT dengan tegas berfirman dalam Al-Qur'an:
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمً
"Muhammad itu tidaklah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup nabi-nabi." (QS. Al-Ahzab: 40).
Ini merupakan kehormatan yang menunjukkan akhir dari kenabian, di mana petunjuk Allah SWT sempurna melalui beliau.