“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir).
10 hari pertama di bulan Dzulhijjah adalah waktu yang dicintai Allah. Hal itu sebagaimana tertera dalam Surat Al-Fajr ayat 1 hingga 2:
وَالۡفَجۡرِۙ وَلَيَالٍ عَشۡرٍۙ
Artinya: Demi Fajar dan malam yang sepuluh (Al-Fajr : 1-2)
Menukil dari laman Zakat, Ibnu Katsir menerangkan bahwa malam ke sepuluh yang dimaksud dalam ayat di atas artinya 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah.
3. Bulan Haram untuk Berperang
Keutamaan lain dari bulan Dzulhijjah adalah Allah memuliakan bulan suci ini dengan mengharamkan berperang. Dzulhijjah menjadi salah satu bulan yang diharamkan dari 3 bulan lainnya, yaitu Muharram, Rajab, Dzulqa'dah.
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (At-Taubah:36)