9 Keutamaan Kota Makkah dan Madinah bagi Umat Islam, Lengkap dengan Dalilnya
JAKARTA, iNews.id - Keutamaan Kota Makkah dan Madina disebutkan dalam Al Quran dan hadits. Makkah dan Madinah adalah dua kota suci bagi umat Islam. Di Makkah terdapat Kakbah, sementara di Madinah terdapat Masjid Nabawi. Dua tempat ini mendapat naungan Allah SWT dan juga dijaga oleh para malaikat.
Kedua kota suci bagi umat Islam itu berada di Arab Saudi yang kini tengah menghadapi konflik dengan kelompok Houthi Yaman.
Kabinet Arab Saudi pun telah memberi peringatan keras terhadap Houthi untuk tidak menyerang Kota Makkah dan Madinah. Jika serangan masih berlanjut, militer Saudi akan membalas dengan serangan yang sangat keras.
Ancaman itu disampaikan Kabinet Arab Saudi, Selasa (13/10/2026), seraya menengaskan tidak akan membiarkan ancaman terhadap keamanan maupun kebebasan navigasi maritim di Laut Merah dan Selat Bab Al Mandab.
Makkah dan Madinah menjadi dua tempat yang dikunjungi oleh umat muslim ketika menjalani ibadah haji atau umrah. Banyak keutamaan kota Makkah dan Madinah yang disebutkan dalam Al-Qur'an maupun hadits Rasulullah SAW.
Prof Nasaruddin Umar dalam artikelanya dilansir dari lama UIN Jakarta menjelaskan, Makkah itu berasal dari bahasa Arab dari akar kata Makka-yamukku-makkan, berarti mengisap, menyedot. Kata makkah searti dengan mashsha-yamushshu-mashshan berarti mengisap atau menyedot, seperti dalam kata imtashsha jami’ ma fihi wa syaribah kullih (mengisap dan menyedot semua apa ada yang di dalam). Tukang bekam (pengobatan dengan menyedot darah kotor) disebut al-mashshash atau al-hajjam.
Para hujjaj disebut mushashah karena tersedot di dalam pusat grafitasi spiritual, Kakbah atau Baitullah. Setelah disedot segala dosa dan menjadi dekat sedekat-dekatnya kepada Allah SWT, manusia merasa plong, bebas. Inilah salah satu sebab mengapa Kabah disebut dengan Bait al-‘Atiq (rumah pembebasan) karena bisa membebaskan seseorang dari kungkungan dosa dan kesalahan yang mengurungnya.
Ibn Mandhur juga mengartikan makkah sama dengan tahdzib, dari akar kata hazdaba-yahzdibu-hadzban-tahdziban, berarti membersihkan, membetulkan, dan mendidik. Akar kata itu menunjukkan konotasi positif kata makkah dari sudut bahasa.
Makna itu bisa dihubungkan dengan beberapa ayat dan hadis bahwa orang-orang yang datang dengan niat tulus karena Allah, baik niatnya untuk haji atau umrah, niscaya akan dibersihkan dan disucikan jiwa, pikiran, dan segenap suasana batinnya. Sehingga mereka dilukiskan bagaikan bayi baru lahir dari rahim ibunya (ka yaum waladathu ummuh) yang bersih dari dosa.

Kata Makkah juga berarti tempat yang kering dan kurang air (qillah al-ma’). Dahulu Kota Makkah dihubungkan dengan kata makkah karena kawasan ini tidak lebih dari hanya gurun tandus dan hanya terdiri atas perbukitan kering kerontang. Meskipun demikian, itu tidak mengurangi daya tarik spiritual Kota Makkah.
Di dalam Alquran keberkahan Kota Makkah dihubungkan dengan kota kelahiran Nabi Ismail yang membuat sejarah monumental dengan kemunculan sumur Zamzam melalui hentakan kedua tumitnya, sebagaimana bisa difahami dalam penafsiran QS Ali ‘Imran/3: 95-97; kota kelahiran Nabi Muhammad SAW yang mengubah gurun pasir yang tidak memiliki daya tarik menjadi kota dunia. Yang terpenting kota starting point Isra Mikraj anak manusia menuju ke langit sebagaimana digambarkan dalam ayat:
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS al-Isra'/17:1).
Berkah lainnya intensitas amal yang dilakukan di kota ini berlipat ganda, seperti jika salat, pahalanya 100 ribu kali jika dibandingkan dengan ibadah yang sama dilakukan di tempat lain. Dalam hadis disebutkan Kota Mekah ialah kota bebas Dajjal, yaitu sosok makhluk mengerikan yang akan membunuh secara keji manusia di akhir zaman.
Mengutip buku Misteri Mukjizat Makkah & Madinah oleh Namin Asimah Asizun, kota Makkah disebutkan dalam banyak dalil. Nama Makkah juga tercantum dalam beberapa ayat Al-Qur'an, serta disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya.
1. Tempat yang diberkahi
Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an surat Ali 'Imran Ayat 96, Allah SWT berfirman:
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِى بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَٰلَمِينَ
Arab-Latin: Inna awwala baitiw wuḍi'a lin-nāsi lallażī bibakkata mubārakaw wa hudal lil-'ālamīn
Artinya: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
2. Makkah adalah negeri yang terbaik dan paling dicintai Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda sembari menghadapkan wajahnya ke Makkah, ketika beliau hendak hijrah ke Madinah:
"Demi Allah SWT, sesungguhnya engkau adalah negeri yang paling baik di sisi Allah dan negeri yang paling dicintai Allah SWT. Andaikan bukan karena pendudukmu yang mengusirku, aku tidak akan berpindah." (HR. Ad-Daruquthni)
3. Allah SWT melindungi Makkah
Makkah mendapat naungan dan perlindungan langsung dari Allah SWT. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya, Allah SWT melindungi Makkah dari serangan gajah, serta Dia jadikan Rasul-Nya dan Orang Mukmin menguasainya ..." (HR. Al-Bukhari)
4. Dajjal tidak bisa masuk Makkah
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada satu pun Negeri melainkan akan diinjak Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Tidak satu pun lorong menuju kota tersebut, kecuali di sana terdapat para Malaikat yang berbaris, menjaga kota tersebut." (HR. Al-Bukhari)
5. Makkah tanah yang suci
Ketika berada di Makkah, maka di sinilah tempat yang suci. Ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan ketika berada di Makkah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak boleh memburu hewan liarnya, tidak boleh mematahkan rantingnya, tidak Halal mengambil barang hilang, kecuali bagi orang yang hendak mengumumkannya (mengembalikannya)... (HR. Al-Bukhari).
6. Terdapat Hajar Aswad Batu Permata Surga
وَفِي الْخَبَرِ: إِنَّ الْحَجَرَ الْأَسْوَدَ يَاقُوتَةٌ مِنْ يَوَاقِيتِ الْجَنَّةِ، وَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهُ عَيْنَانِ وَلِسَانٌ يَنْطِقُ بِهِ، يَشْهَدُ لِكُلِّ مَنِ اسْتَلَمَهُ بِحَقٍّ وَصِدْقٍ
Artinya: "Dan dalam hadis lain, "Sesungguhnya Hajar Aswad adalah batu permata dari permata surga, dan pada hari kiamat nanti ia akan dibangkitkan dengan memiliki dua mata dan lisan yang dapat berbicara, serta akan bersaksi bagi setiap orang yang menyentuhnya dengan kebenaran dan kejujuran," (Imam Al-Ghozali, Asrorul Hajji, [Beirut: Al-Maktabah Al-‘Ashriyyah, 2008 M], halaman 30).