Hikmah

Bacaan Ijab Kabul dalam Akad Nikah dan Artinya

Kastolani · Minggu, 13 Juni 2021 - 16:30:00 WIB
Bacaan Ijab Kabul dalam Akad Nikah dan Artinya
Bacaan ijab kabul dalam pernikahan harus diucapkan wali perempuan dan pengantin pria. (Foto: Dokumen Humas Kemenag)

JAKARTA, iNews.id - Bacaan ijab kabul merupakan rukun nikah dan diucapkan saat akad nikah. Ijab yakni pengucapan atau akad dari wali pengantian perempuan. Sedangkan kabul atau diucapkan mempelai pria atau wakilnya disaksikan dua saksi. 

Ustaz Muhammad Saiyid Mahadhir dari Rumah Fiqih Indonesia menjelaskan, secara umum tidak ada lafaz atau bacaan khusus yang harus diucapkan dalam ijab kabul. 

"Mungkin lafaz ini (ijab kabul) mirip-mirip dengan lafaz niat shalat yang biasa digunakan oleh sebagian kita, atau seperti lafazh niat puasa, yang tidak mempunyai redaksi khusus, sehingga memungkinkan bagi kita untuk berijtihad dalam mencari lafaz yang bagus," katanya.

Namun, para ulama menyepakati bahwa dalam lafaz atau bacaan ijab kabul itu harus ada kata-kata nikah atau zawaj, bahkan menurut ulama Syafiyah dan Hanabilah tidak sah hukumnya jika tidak memakai salah satu dari kata tersebut.

Alasannya adalah karena Al-Quran hanya menyebutkan dua kata itu untuk mengungkap sebuah pernikahan. Misalnya pada dua ayat berikut:

وَلاَ تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آَبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ  

“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau” (QS. Annisa’: 22)

Ragam bacaan ijab kabul

Ustaz Masaji Antoro dari Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB menyebutkan ada beberapa sighot atau bacaan ijab kabul. 

Apabila akad nikah itu dilaksanakan oleh wali (tidak diwakilkan), maka bacaan ijab kabulnya sebagai berikut:

ولي : أنكحتك وزوجتك (ليلى) موليتي بمهر ألف روبيه حالا

الزوج : قبلت نكاحها وتزويجها لنفسي بالمهر المذكور حالا

Wali: Ankahtuka wazawwajtuka (laila) mauliitii bimahrin alfu ruubiyah haalan.

Mempelai Pria: Qobiltu nikakhaha wa tazwiijaha linafsii bilmahril madzkuuri haalan.

Terjemahnya:

Wali : "Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu dengan (Laila), perempuan yang menjadi kuasaku, dengan mahar seribu rupiah dibayar kontan atau tunai.

Suami : "Saya terima pernikahan dan perkawinan ini untuk saya, dengan mahar yang telah disebutkan secara kontan.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3