Selalu mengenang kebaikan masa lalu, padahal belum diketahui diterima Allah atau tidak
وَذِكْرُالحَسَنَاتِ المَاضِيَةِ وَلاَ يَدْرِئ اَقُبِلَتْ اَمْ رُدَّتْ
“Suka membangga-banggakan kebaikan yang telah lalu, padahal ia tidak tahu apakah kebaikannya itu diterima atau tidak”.
Ketika manusia akan melakukan kebaikan, syaitan dengan berbagai caranya menggoda manusia untuk gagal melakukannya. Namun ketika manusia berhasil mengalahkan bisikan syaitan dengan tetap melakukan kebaikan, syaitan menggoda manusia dengan cara yang lain. Dibisikkanlah ke dalam hati manusia rasa bangga dengan kebaikannya. Sehingga munculah bangga diri.
Orang yang menyukai kehidupan dunia akan mudah terjebak ke dalam kondisi demikian, maka kecelakaanlah yang akan mereka peroleh.
Orang yang seperti ini membandingkan amal ibadahnya dengan orang yang lebih rendah amal ibadahnya sehingga menjadi orang sombong yang merasa telah melakukan banyak ibadah dan tidak ada ghirah dalam beribadah karena masih ada orang yang lebih rendah ibadahnya dibanding dirinya. Padahal kita tidak tahu apakah amal kita diterima Allah atau tidak.
Demikian khutbah Jum'at singkat tentang akhir / awal tahun sebagai momentum tepat untuk muhasabah diri.
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku