Hikmah

Bacaan Doa Sujud dalam Sholat Sesuai Sunnah, Keutamaannya Jadi Identitas di Akhirat

Kastolani · Minggu, 17 Januari 2021 - 23:57:00 WIB
Bacaan Doa Sujud dalam Sholat Sesuai Sunnah, Keutamaannya Jadi Identitas di Akhirat
Doa sujud dalam sholat mustajab. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Kenikmatan seorang Muslim adalah ketika bisa bersujud lima waktu sehari. Karena itu, muslim diharuskan membaca doa sujud karena salah satu waktu yang mustajab.

Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ارْكَعُوْا وَاسْجُدُوْا وَاعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, rukulah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. (QS. Al hajj: 77).

Sujud merupakan salah satu rukun shalat. Artinya, jika salah satu rukun sholat ini tidak dikerjakan sholatnya tidak sah. 

Sujud dilakukan dengan meletakkan tujuh anggota tubuh di lantai. Adapun anggota sujud yakni, dahi, dua telapak tangan, dua lutut dan dua tumit (ujung jari kedua kaki dipanjacatkan ). Sujud ini dilakukan dua kali dalam satu rakaat dan disunahkan membaca doa.

Berikut ragam bacaan doa sujud dalam sholat:

Bacaan doa pertama:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى 

Subhaana robbiyal a’laa. (Dibaca 3 kali) 

Artinya: Maha Suci Rabb-ku yang Maha Tinggi 

Bacaan Kedua yang lazim diamalkan: 

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ‎ 

Subhaana robbiyal a’laa wa bihamdihi (Dibaca 3 kali) 

Artinya: Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya. 

Bacaan Ketiga: 

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ، رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ‎ 

Subbuuhun qudduusun robbul malaa-ikati war ruuh. 

Artinya: Maha Suci, Maha Qudus (Maha Mulia), Rabb-nya Para Malaikat dan Ruh.

Bacaan Keempat: 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي‎ 

Subhaanakallahumma robbanaa wa bihamdika, allahummaghfirlii. 
Artinya: Maha Suci Engkau Ya Allah, Wahai Rabb kami, dan dengan memuji-Mu, Ya Allah, berilah ampunan untukku.

Rais Syuriah PBNU, KH Bahauddin Nur Salim (Gus Baha) mengungkapkan, sujud menjadi bukti seorang Muslim kelak di hari Kiamat saat dikumpulkan di Padang Mahsyar.

"Andaikan tanpa hidayah Rasulullah umat Islam tidak akan menikmati rukuk dan sujud. Ulama-ulama dulu sampai menggambarkan sujud dengan redaksi tarannum (bernyanyi) karena sangkin nikmatnya sujud," katanya dalam ngaji tasawuf Gus Baha.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: