Hikmah

Doa Ziarah Kubur untuk Orang Tua Sesuai Sunnah

Kastolani · Rabu, 18 Mei 2022 - 07:30:00 WIB
Doa Ziarah Kubur untuk Orang Tua Sesuai Sunnah
Doa ziarah kubru singkat sesuai sunnah untuk mendoakan orang tua yang sudah tiada. (Foto: Antara)

Doa Ziarah Kubur untuk Orang Tua Sesuai Sunnah

Oleh KH. Ahmad Kosasih, M. Ag.

Pimpinan Dewan Syariah Daarul Qur’an

ZIARAH atau mengunjungi makan orang tua biasa dilakukan masyarakat muslim di Indonesia selepas Idul Fitri. Tujuannya adalah untuk mendoakan orang tua yang sudah tiada.

Selain mendoakan ahli kubur, hal yang harus diperhatikan saat ziarah adalah mengucapkan salam ketika masuk area makam. Imam Nawawi dalam kitab Al Adzkar menyatakan saat membaca doa ziarah kubur orang tua, sebaiknya diawali dengan mengucapkan salam kepada ahli kubur. Hal ini sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Saw.

Rasulullah mencontohkan saat ziarah kubur sebaiknya mengucapkan salam seperti berikut ini:

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ 

Latin: Assalamu‘alaikum dara qaumin mu’minin wa ataakum maa tuu‘adun ghadan mu’ajjalun, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun​​​​​​​

Artinya: "Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian."

Setelah membaca salam kepada ahli kubur, ziarah kubur orang tua bisa dilanjutkan dengan membaca Al Quran, memperbanyak dzikir dan mendoakan ahli kubur yang diziarahi dan seluruh umat muslim.

Doa Ziarah Kubur Orang Tua Singkat

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Latin: Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu wakrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bilmai was salji, wal baradi, wa naqqihi minal khathaya, kama yunaqqas saubul abyadu minad danas. Wa abdilhu daran khairan min darihi wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min adzabil qabri, wa adzabin nari.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: