Amalan dzikir atau wirid memiliki dasar yang kuat dalam sunnah Nabi Muhammad SAW. Tujuan utama dari berdzikir adalah untuk mengingat Allah SWT, bersyukur, serta memuji atas segala nikmat yang telah Allah berikan.
Dzikir Asyhadu Alla Ilaha Illallah Astaghfirullah Nas 'aluka Ridhoka wal Jannah
Saat berdzikir, dianjurkan untuk melakukannya dengan penuh ketawadhuan dan ketakwaan kepada Allah. Keutamaan berdzikir juga dijelaskan dalam sabda Nabi SAW.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
Bacaan Dzikir Ahmadu Rasulullah Muhammad Rasulullah, Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab
"Sesungguhnya Allah memiliki para Malaikat yang berkeliling di jalanan untuk mencari orang-orang yang berdzikir. Ketika mereka menemukan sekelompok orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah, para Malaikat ini kemudian memanggil, 'Ambillah kebutuhan kalian.'"
(HR. Muttafaqun Alaihi, Tirmidzi, dan Ahmad)
Perintah untuk berdzikir juga disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 41:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
"Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya dzikir." (QS. Al-Ahzab (33): 41)