Hukum Bacaan Mad Shilah Thawilah, Lengkap dengan Contoh dan Cara Bacanya

Rilo Pambudi · Senin, 18 Juli 2022 - 10:47:00 WIB
Hukum Bacaan Mad Shilah Thawilah, Lengkap dengan Contoh dan Cara Bacanya
Hukum Bacaan Mad Shilah Thawilah (Foto: Garakta Studio)

JAKARTA, iNews.id - Memahami hukum bacaan Mad Shilah Thawilah penting untuk diperhatikan dalam membaca Al Quran. Hal ini agar setiap muslim dapat membaca Al Quran dengan baik dan benar sesuai kaidah hukum bacaan.

Pemahaman ilmu tajwid memang perlu diperhatikan agar makna dari ayat Al Quran yang dibaca tidak keliru. Mad Shilah Thawilah adalah salah satu hukum bacaan yang dapat dipelajari.

Lantas apakah hukum Mad Shilah Thawilah itu? Berikut ini pembahasan sekaligus contoh dan cara membacanya.

Hukum Bacaan Mad Shilah Thawilah

Secara bahasa, Mad memiliki arti tambahan atau juga panjang. Sementara Shilah bisa dimaknai dengan "lanjut". Artinya, Mad tidak akan muncul kecuali ketika dibaca lanjut, atau dengan kata lain, tidak dibaca panjang (mad) kalau tidak lanjut.

Sementara Thawilah secara bahasa diartikan panjang. Dalam hal ini, yang dimaksud panjang adalah lebih dari 2 harakat.

Sebab dinamakan Mad Shilah karena bacaan panjang (mad) tidak akan terwujud kecuali ketika dibaca lanjut (washal atau shilah) dan juga karena ha’ dhamir disambung dengan mad wau atau mad ya ketika dibaca lanjut. Dinamakan Thawilah karena dibaca panjang lebih dari 2 harakat.

Sehingga Mad Shilah Thawilah adalah hukum ketika ha dhamir (kata ganti) yang dibaca panjang lebih dari 2 harakat ketika lanjut, dengan syarat ha’ dhamir tersebut terletak di antara dua huruf yang berharakat dan huruf keduanya adalah hamzah. 

Jika tidak bertemu hamzah, mad berubah menjadi mad shilah qashirah. Mad shilah thawilah boleh dibaca panjang sampai 2 setengah alif atau 5 harakat/ketukan.

Cara membaca Mad Shilah Thawilah adalah dengan memanjangkannya sampai 5 harakat atau 2 ½ alif, termasuk pada ha’ dhamir yang berharakat dhommah maupun kasrah.

Contoh dan Cara Baca Mad Shilah Thawilah

1. Surat Ali Imran ayat 30

وَبَيْنَهُ أَمَدًا بَعِيدًا

Latin: wabainahuu amadamba'iidaa.

Penjelasan: Huruf ‘ha dhamir’ pada bacaan wabainahuu bertemu dengan hamzah berharakat fathah, sehingga dibaca panjang 5 harakat.

2. Surat Ali Imran ayat 36

وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ

Latin: wadho'tuhaa untsaa.

Penjelasan: Huruf 'ha dhamir' pada bacaan wadho’tuhaa bertemu dengan hamzah berharakat dammah, sehingga dibaca panjang 5 harakat.

3. Surat Ali Imran ayat 7

تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ

Latin: takwiilahuu illallah.

Penjelasan: Huruf 'ha dhamir' pada bacaan takwiilahuu bertemu hamzah berharakat kasrah, sehingga dibaca panjang 5 harakat.

4. Surat Al Baqarah ayat 90

بِهِ أَنْفُسَهُمْ

Latin: bihii angfusahum.

Penjelasan: Huruf ha dhamir pada bacaan bihii bertemu dengan hamzah berharakat fathah, sehingga dibaca panjang 5 harakat.

5. Surat Al Baqarah ayat 93

بِهِ إِيمَانُكُمْ
 Latin: bihii iymaanukum.

Penjelasan: Huruf 'ha dhamir' pada kata bihii bertemu dengan hamzah berharakat kasrah sehingga dibaca panjang 5 harakat.

Demikian adalah hukum bacaan Mad Shilah Thawilah yang perlu diperhatikan ketika membaca Al Quran. Panjang harakat pada hukum bacaan tersebut perlu diindahkan dengan baik ketika bertemu suatu kata atau kalimat dengan hukum Mad Shilah Thawilah.

Editor : Komaruddin Bagja

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda