Kenapa Sholat Dzuhur dan Ashar Tidak Bersuara, Simak Penjelasannya
قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Serulah 'Allah' atau serulah 'Ar-Rahman'! Nama mana saja yang kamu seru, (maka itu baik) karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmaul Husna).
Janganlah engkau mengeraskan (bacaan) sholatmu dan janganlah (pula) merendahkannya. Usahakan jalan (tengah) di antara (kedua)-nya!" (QS. Al-Isra: 110)
Kenapa sholat Dzuhur dan Ashar tidak bersuara telah dijelaskan dalam buku Sifat Shalat Nabi SAW, karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Senin (13/5/2024). Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa bacaan Al-Fatihah dan surat lainnya dianjurkan untuk dibaca secara pelan (Sirr) pada sholat Dzuhur dan Ashar.
Bacaan surat dibaca dengan lirik di waktu sholat Dzuhur dan Ashar telah dijelaskan juga dalam beberapa hadits. Abu Ma'Mar Abdullah bin Sakhbarah bertanya kepada sahabat, Khabbab ibnu Arts: