Hikmah

Keutamaan Doa Iftitah dalam Sholat, Mampu Buka Pintu Langit

Kastolani · Rabu, 07 April 2021 - 06:30:00 WIB
Keutamaan Doa Iftitah dalam Sholat, Mampu Buka Pintu Langit
Keutamaan membaca doa iftitah dalam sholat mampu menjadi pembuka pintu langit. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Keutamaan doa iftitah yang dibaca saat mengerjakan shalat wajib maupun sunnah mampu menjadi pembuka pintu langit.

Dikutip dari pecihitam.org, doa iftitah merupakan salah satu doa inisiatif dari sahabat nabi ketika pelaksanaan shalat berjamaah. Akan tetapi, karena Nabi begitu terpukau dengan doa ini, akhirnya bacaan doa iftitah mendapat pengakuan dari Rasulullah Saw dan masuk dalam salah satu sunnah yang dikerjakan dalam shalat.

Hal ini berdasarkan sebuah kisah ketika sahabat Nabi mengucapkan doa tersebut dalam shalat dan terdengar oleh Rasulullah Saw. Seusai shalat Nabi Saw kemudian bertanya siapa yang membaca doa tadi. Nabi SAW menjelaskan jika dirinya takjub karena doa ini mampu membuka pintu langit.

Kisah keajaiban doa iftitah ini terdapat dalam hadist shahih riwayat Imam Muslim yang menceritakan tentang sahabat yang menjadi makmum Rasulullah Saw. Ketika shalat salah seorang sahabat membaca doa hingga terdengar oleh jamaah di sampingnya. Bacaan tersebut yaitu:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا
 وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

“Sungguh Allah Maha besar, segala puji hanya bagiNya dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah di pagi dan petang hari”

Ternyata Rasulullah SAW mendengar doa yang dibaca salah seorang sahabat tersebut. Seusai shalat beliau Saw kemudian bertanya kepada para sahabat beliau.

“Siapa yang tadi mengucapkan kalimat ini dan ini?” Rupanya beliau mendengar doa itu.“Saya, ya Rasulullah,” jawab sahabat tadi. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku takjub dengan doa itu. Pintu-pintu langit dibuka karenanya.” (HR. Imam Muslim)

Membaca doa iftitah dalam sholat hukumnya sunnah. Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram pada rakaat pertama dan sebelum membaca Surat Al Fatihah.

Editor : Kastolani Marzuki