Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tata Cara I'tikaf di Masjid pada 10 Hari Terakhir Ramadhan, Niat dan Keutamaan
Advertisement . Scroll to see content

Keutamaan I'tikaf di Masjid pada 10 Hari Terakhir Ramadhan bagi Umat Islam

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:10:00 WIB
Keutamaan I'tikaf di Masjid pada 10 Hari Terakhir Ramadhan bagi Umat Islam
Keutamaan i'tikaf di masjid pada 10 hari terakhir Ramadhan bagi umat Islam. (Foto: Dok)
Advertisement . Scroll to see content

Sebelum melaksanakan i'tikaf, Muslim perlu mengetahui niat dan syaratnya.

Niat I'tikaf di Masjid

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيهِ

Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi mā dumtu fīh.

Artinya: “Saya berniat itikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.”

Lafal lain niat itikaf yang dapat digunakan adalah merujuk pada Kitab Al-Majmu’ karya Imam An-Nawawi sebagai berikut:

نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَالى

Nawaitul i’tikāfa fī hādzal masjidi lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah SWT.”

Syarat I'tikaf

1. Membaca Niat

2. Suci dari hadats besar.

3. Berakal. Jika di tengah-tengah I’tikaf dia menjadi gila, maka batal I’tikafnya.

4. Islam

5. Berdiam diri minimal seukuran tuma’ninah sholat lebih sedikit ( Sekitar 5 detikkan )

6. Berada di dalam masjid. Maka tidak sah I’tikaf di musala, ribath atau pesantren.

Hal yang dibolehkan selama i'tikaf

1. Makan Minum

Makan dan minum secara umum dibolehkan oleh para ulama untuk dilakukan di dalam masjid, maka seorang yang sedang beri’tikaf tentu dibolehkan juga untuk mengisi perutnya dengan makan dan minum.

2. Tidur

Masjid juga dibolehkan untuk digunakan untuk tidur. Sehingga seorang yang sedang beri’tikaf di masjid, tentu saja diperbolehkan untuk tidur beristirahat. Tidur tidak membatalkan i’tikaf, sebagaimana tidur juga tidak membatalkan puasa.

3. Berbicara atau Diam

Baik berbicara ataupun diam keduanya dibolehkan di dalam i’tikaf. Beri’tikaf bukan berarti selalu berdiam diri dan membisu. Sebab, i’tikaf bukanlah semedi sebagaimana lazimnya umat lain melakukan ibadah mereka. I’tikaf juga bukanlah bertapa seperti yang dilakukan oleh para biksu di dalam kuil mereka.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut