Khutbah Jumat Awal Muharram Keutamaan Asyura
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Marilah kita memperkuat keimanan kita dengan taqwa, senantiasa berusaha menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan Allah di manapun dan kapanpun kita berada.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Selain peristiwa hijrah, pada bulan Muharram, kita juga dingatkan pada sebuah hari yang disebut dengan Asyura (hari tanggal 10 Muharram). Hari Asyura adalah salah satu hari terbaik di antara hari-hari baik dalam kalender Hijriyyah. Banyak peristiwa dan kejadian bersejarah terjadi pada hari Asyura:
Pada hari Asyura Allah menerima taubat nabi Adam alaihissalam dari dosa yang dilakukannya. Yaitu dosa kecil yang tidak mengandung unsur kerendahan jiwa pelakunya, bukan dosa kecil yang mengandung unsur kehinaan jiwa pelakunya, bukan dosa besar apalagi kekufuran dan kesyirikan. Karena Ahlussunnah wal Jama’ah berkeyakinan bahwa para nabi maksum (dijaga) dari kufur, dosa besar dan dosa kecil yang mengandung kehinaan jiwa pelakunya, baik sebelum diangkat menjadi nabi maupun setelah menjadi nabi.
Pada hari Asyura Allah ta’aala menyelamatkan Musa alaihissalam dan para pengikutnya dari tenggelam di laut, sebaliknya menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya di laut.
Pada hari Asyura Allah menyelamatkan perahu Nabi Nuh alayhissalam dan orang-orang mukmin yang mengikutinya. Perahu itu berlabuh di sebuah gunung di Irak yang bernama “al-Judi” setelah berada di atas air bah selama 150 hari.