Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Persatuan adalah kunci kekuatan bangsa, dan hanya dengan persatuan kita dapat mencapai cita-cita kemerdekaan, membangun masyarakat yang maju, adil, makmur dan sejahtera.
Kita tidak boleh lengah, meskipun penjajahan dalam bentuk perang fisik dan penguasaan teritoritorial semakin langka, tetapi penjajahan dalam bentuk baru yaitu perang untuk menguasai jalan pikiran manusia, melalui perang informasi atau perang budaya, tidak kalah dahsyat dampaknya.
Perang ini dapat merubah dan menguasai mindset penduduk suatu negeri yang dapat mengikis soliditas, eksistensi dan budaya serta adat istiadatnya. Apapun bentukpeperangan yang terjadi,kecerdasan, kewaspadaan, soliditas serta persatuan dan kesatuan tetap menjadi kekuatan penting dalam menghadapi tantangan dan ancaman tersebut.
Islam mengajarkan kepada para pemeluknya untuk selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bersama. Banyak ayat suci Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wasallam yangmenekankan pentingnya persatua ini.
Karena persatuan dan kesatuan merupakan kekuatan yang penting dalam menghadapi berbagai macam tantangan, rintangan, cobaan dan ujian. Dengan bersatu, umat Islam dapat saling membantu dan menguatkan satu sama lain.
Merekajuga dapat lebih mudah mencapaitujuan bersama, baik dalam urusan agama maupun urusan duniawi. Persatuan dan kesatuan juga dapat menjaga perdamaian dan keharmonisan dalam masyarakat. Dalam Surat Ali Imran ayat 103, Allah subhanahu wata'ala berfirman:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Āli ‘Imrān [3]:103)
Menurut Prof. Quraish Shihab dalam TafsirAl-Misbah, ayat ini mengandung pesan penting tentang konsekuensi persatuan dan perpecahan umat Islam. Ayat ini mengingatkan umat Islam untuk selalu menjagapersatuan dan keutuhandemi meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Perpecahan hanya akan membawa merekakepada kesengsaraan dan kehinaan. Bagi orang yang beriman dan bersatu, Allah menjanjikan keberuntungan dan kenikmatan di dunia dan akhirat. Persatuan ini diibaratkan sebagai tali Allah yang mengikat mereka, melambangkan kekuatan dan keteguhan dalam keyakinan.
Di sisi lain, Allah subhanahu wata'ala memperingatkan, kelompok yang sesat dan berselisih akan mendapatkan kecelakaan dan siksa, baik di dunia maupun di akhirat. Perpecahan ini digambarkan sebagai jurang neraka,melambangkan bahaya dan kehancuran yang menanti mereka.
Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Tafsir Marah Labid, jilid I, halaman 144 menjelaskan, Surat Ali Imran ayat 103 mengandung pesan penting tentang pentingnya menjaga persatuandan kesatuan.
Ayat ini mengingatkan kita untuk menghindari perpecahan dan perselisihan, yang dapat timbul dari berbagai faktor seperti permusuhan, perbedaan pendapat dalam agama, bahkan kesombongan dan egoisme.
Sejalan dengan keharusan menjaga persatuan dan kesatuan, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dengan tegas melarang perbuatan yang dapat memutus silaturrahmi dan memecah belah persatuan. Diriwayatkan Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
لا تحاسدواولا تَناجَشُواولا تباغضواولا تدابرواولا يَبعْبَعْضُكُمْ عَلَى بَيْع بَعْض، وكونوا عبادالله إخواناً. اَلْمُسْلمُ أَخُو المُسْلِم:ِ لا يَظْلِمُهُ ولا يَخْذُلُهُ ولايَكْذِبُهُ ولا يَحْقرُهُ
Artinya: Janganlah kalian saling hasad, jangan saling melakukan najasy, jangan kalian saling membenci, jangan kalian saling membelakangi, jangan sebagian kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain, dan jadilah kalian sebagai hamba-hambaAllah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim bagi lainnya, karenanya jangan dia menzhaliminya, jangan menghinanya, jangan berdusta kepadanya, dan jangan merendahkannya. ” (HR. Muslim no. 2564).
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku