Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Surat Penenang Hati Dalam Alquran, Yuk Amalkan Rutin agar Dihilangkan Kesusahan
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Kaum Bani Israel Dikutuk jadi Kera dan Babi, Ini Penyebabnya dalam Alquran

Jumat, 13 Oktober 2023 - 05:30:00 WIB
Kisah Kaum Bani Israel Dikutuk jadi Kera dan Babi, Ini Penyebabnya dalam Alquran
Ilustrasi kisah kaum Bani Israil melanggar aturan Allah hingga dikutuk menjadi kera. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kisah Kaum Israel dikutuk menjadi kera dan babi disebutkan dalam Alquran. Bani Israil dikenal dengan tabiatnya yang keras kepala, suka melakukan kerusakan dan permusuhan sesama manusia. Mereka juga suka ingkar janji Tuhan-nya dan mendustakan nikmat yang telah Allah berikan. 

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan, orang-orang Yahudi adalah pengikut Nabi Musa alaihisalam. Mereka diberi pegangan kitab Taurat di zamannya. Kata Al-Yahud diambil dari kata al-hawadah yang artinya kasih sayang, atau berasal dari kata at-tahawwud yang artinya tobat.

Namun, Bani Israil tetap tidak mematuhi aturan yang telah ditentukan Allah dan rasul-Nya. Mereka suka melanggar peraturan hingga mendapat laknat Allah dikutuk menjadi kera dan babi. Kisah tersebut diabadikan dalam Alquran, Surat Al Baqarah.

Kisah Kaum Bani Israel Dikutuk jadi Kera dan Babi

Dalam Alquran dijelaskan Allah SWT mengutuk kaum Bani Israel menjadi kera dan babi karena melanggar peraturan untuk tidak berburu pada hari Sabtu.

Dalam Surat Al Baqarah ayat 65, Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ
فَجَعَلْنَاهَا نَكَالًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ

Artinya: Dan sesungguhnya telah kalian ketahui orang-orang yang me­langgar di antara kalian pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, "Jadilah kalian kera-kera yang hina." Maka Ka­mi jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Baqarah: 65)

Ibnu Katsir menjelaskan, Allah SWT mensyariatkan kepada kaum Bani Israel untuk mengagungkan hari Sabtu. Karena itu, mereka harus menaati perintah-Nya. 

Akan tetapi, mereka membuat kilah (tipu daya) agar tetap da­pat berburu ikan di hari Sabtu, yaitu dengan cara meletakkan jaring-­jaring dan perarrgkap-perangkap ikan sebelum hari Sabtu.

Apabila hari Sabtu tiba dan ikan-ikan banyak didapat sebagaima­na biasanya, ikan-ikan tersebut terjerat oleh jaring-jaring dan perang­kap-perangkap tersebut, tiada suatu ikan pun yang selamat di hari Sabtu itu. Apabila malam hari tiba, mereka mengambil ikan-ikan ter­sebut sesudah hari Sabtu berlalu. 

Ketika mereka melakukan hal tersebut, maka Allah mengutuk rupa mereka menjadi kera. Kera adalah suatu binatang yang rupanya lebih mirip dengan manusia, tetapi kera bukan jenis manusia. 

Dengan kata lain, demikian pula perbuatan dan tipu muslihat mereka, mengingat apa yang mereka lakukan itu menurut lahiriah mirip dengan perkara yang hak, tetapi batiniahnya berbe­da bahkan kebalikannya. Maka pembalasan dikutuk menjadi kera itu merupakan balasan dari perbuatan mereka sendiri yang disesuaikan dengan jenis pelanggarannya.

Dibinasakan Dalam 3 Hari

Kisah Kaum Bani Israil tersebutjuga disebutkan panjang lebar dalam tafsir surat Al A’raf ayat 163, yaitu pada firman-Nya: Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di seki­tar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. (Al-A'raaf: 163)

As-Saddi mengatakan bahwa mereka adalah penduduk kota Ailah, demikian pula menurut Qatadah. Al-Aufi mengatakan di dalam kitab tafsirnya sehubungan dengan ayat tersebut, bahwa Allah menjadikan sebagian dari mereka (Bani Israil) kera dan babi. Diduga bahwa para pemuda dari kalangan mereka dikutuk men­jadi kera, sedangkan orang-orang yang sudah lanjut usianya dikutuk menjadi babi.

Menurut Ibnu Abbas, na­sib yang menimpa Kaum Bani Israil  yang melakukan perburuan di hari Sabtu mereka dikutuk menjadi kera sungguhan, kemudian mereka di­binasakan sehingga tidak ada keturunannya.

Mereka hanya hidup di bumi ini selama tiga hari. Tiada suatu pun yang dikutuk dapat bertahan hidup lebih dari tiga hari. Se­sudah rupa mereka dikutuk dan diubah, mereka tidak mau makan dan minum serta tidak dapat mengembangbiakkan keturunannya. Allah mengutuk mereka menjadi kera karena kedurhakaan kepada Tuhan.

Para mufassir mengatakan, azab dan pembalasan yang telah menimpa kaum Bani Israil sebagai balasan dari perbuatan mereka yang melanggar hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan tipu muslihat yang mereka jalankan. 

Karena itu, hati-hati­lah orang-orang yang bertakwa terhadap perbuatan seperti yang mere­ka lakukan itu, agar tidak tertimpa siksaan yang telah menimpa mereka.

Karena itu, dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda.
"Janganlah kalian lakukan seperti apa yang telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi, karena akibatnya kalian akan menghalal­kan apa-apa yang diharamkan oleh Allah hanya dengan tipu muslihat yang rendah".

Sanad ini berpredikat jayyid; Ahmad ibnu Muhammad ibnu Muslim dinilai Tsiqah oleh Al-Hafidz Abu Bakar AI-Khatib Al-Bagdadi.

Demikian kisah Kaum Bani Israil dikutuk menjadi kera dan babi dalam Alquran sebagai balasan atas kedurhakaan mereka kepada Allah.

Wallahu A'lam 

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut