Makhraj Huruf Hijaiyah, Pengertian serta Contohnya
JAKARTA, iNews.id - Makhraj huruf hijaiyah penting diketahui Muslim agar bisa membaca Al quran dengan baik, benar, fasih dan tartil. Jumlah huruf hijaiyah seperti diketahui ada 29. Hijaiyah berasal dari kata haja, yuhajuu hijaa an (هَجَا- يَهْجُوْ- هِجَاءً ), yang berati ejaan. Yakni, ejaan huruf Arab sebagai bahasa asli Alquran.
Makhraj huruf hijaiyah ini artinya tempat-tempat keluarnya huruf hijaiyah. Secara istilah, makhraj huruf artinya suatu tempat di mana huruf hijaiyah itu dibentuk atau dilafadzkan.
Makhraj huruf hijaiyah ini juga pembahasan penting dalam ilmu tajwid. Karena itu, mengetahui makharijul huruf atau tempat keluarnya huruf hijaiyah pada saat huruf-huruf tersebut diucapkan atau dibunyikan sangat penting.
Pendapat yang paling masyhur menurut Imam Ibnul Jazari menyatakan bahwa makhorijul huruf hijaiyah itu ada 17 tempat yang terdapat di rongga mulut, lidah, kerongkongan, dua bibir dan janur hidung.
a. Bunyi huruf yang keluar dari rongga mulut ada tiga macam, yaitu : alif , wawu sukun dan ya sukun.
b. Bunyi huruf yang keluar dari tenggorokan yaitu huruf hamzah
(ه) ‘ha dan (ء), Wasthul halqi (pertengahan tenggorokan), yaitu huruf ha (ع) ain ‘dan) ح), ujung tenggorokan yaitu huruf ghoin (غ) dan kho’ (خ)
c. Huruf yang keluar dari lidah yakni, huruf qof, kaf, ja-sya-ya, dan dho, la, na, ro, ta, da, tho, tsa, dza, dzo, za, sa, dan sho.
d. Tempat keluar bunyi huruf hijaiyah yang terletak di bibir antara lain fa, wa, ba, dan ma.
e. Pangkal hidung. Adapun huruf-hurufnya yaitu huruf-huruf ghunnah mim dan nun dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Nun bertasydid (نّ)
2) Mim bertasydid (مّ)
3) Nun sukun yang dibaca idghom bigunnah, iqlab dan ikhfa’ haqiqiy
4) Mim sukun yang bertemu dengan mim (م) atau ba (ب).
Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustadz Ahmad Sarwat dalam bukunya Ilmu Dhabt terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan, Al-Quran Al-Karim sudah ditulis sejak diturunkan di masa kenabian selama rentang waktu 23 tahun.
Aksara Arab bagi banyak bangsa di luar Arab sangat unik. Berbeda dengan umumnya aksara latin yang penulisannya dari kiri ke kanan, aksara Arab itu tulisannya dari kanan ke kiri.
Bentuk huruf hijaiyah di masa kenabian masih belum ada titiknya, sehingga tidak bisa dibedakan mana huruf ba’, ta’, tsa’ atau pun ya’.
Para ulama yang konsen pada penulisan Al Quran kemudian mencoba memberikan tanda baca yang tujuannya untuk mengikat atau dhabth, biar orang ajam tidak keliru dan meleset ketika membaca.
Yang mula-mula dianggap memprakarasi penggunaan tanda baca dalam fungsi sebagai naqthul i’rab adalah Abu Aswad Ad-Duali (w. 69 H).
Menurut sebagian penelitian, hal itu dilakukan atas perintah dari Ziyad bin Abi Ziyad (w. 53 H), gubernur Bashrah di masa Khalifah Mu’awiyah bin Abi Sufyan (w. 60 H).
Agar bisa membaca Alquran dengan baik dan benar, Muslim perlu mengenal dan hafal terlebih dulu huruf hijaiyah yang berjumlah 29.
Berikut 29 huruf hijaiyah dan cara membacanya:
1. ا : Alif a
2. ب : Ba
3. ت : Ta
4. ث : Tsa
5. ج : Jim
6. ح: Ha
7. خ: Kha
8. د : Dal
9. ذ : Dzal
10. ر : Ra
11. ز : Za
12. س : Sin
13. ش : Syin
14. ص : Shad
15. ض: Dhad
16. ط : Tha
17. ظ : Zha
18. ع: ‘Ain
19. غ: Ghain
20. ف : Fa
21. ق : Qaf
22. ك : Kaf
23. ل: Lam
24. م : Mim
25. ن : Nun
26. و: Wawu
27. ها: Ha
28. ء: Hamzah
29. ي: Ya.
Dikutip dari tajwid.web, dari sudut pelafalan atau pengucapan, huruf hijaiyah dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
Asma’ul Huruf, sebutan bagi nama-nama huruf.
Musammayatul Huruf, yaitu sebutan cara mengucapkan huruf.
Dalam pengucapan Alquran, pembaca diwajibkan menggunakan musammayatul huruf, kecuali jika pada permulaan surah-surah tertentu (fawatihush shuwar), maka cara membacanya dengan asma’ul huruf. Contoh : كهيعَصَ cara membacanya kaf-ha-ya-‘ain-shod.
Pada dasarnya, musammayatul huruf merupakan konsonan mati yang tidak dapat dibunyikan, kecuali dengan bantuan yang lain.
Untuk mengetahui bunyi huruf musammmayatul huruf itu dapat dilakukan dengan dua cara :
Diberi hamzah washol di awal kata, misalnya : أَبْ, اِبْ, أُبْ
Diberi ha’ yang mati di akhir kata, misalnya : بَهْ, بِهْ, بُهْ dengan kedua cara itu, maka konsonan tersebut dapat dibunyikan.
Sedang asmaul huruf dibagi 3 bagian :
Huruf hanya mempunyai satu nama, bagian ini berjumlah 16 huruf, yaitu : ج, د,
ذ, س, ش, ص, ض, ع, غ, ق، ك، ل، م، ن، و، أ
Mempunyai dua nama, bagian ini terdapat 12 huruf, misalnya : hamzah, boleh : هَمْزَةٌ( menggunakan ta’), boleh juga : هَمْزٌ ( tanpa ta’).
Sedang yang lain adalah : ي، ه ، ف، ظ، ط، ر، خ، ح، ث، ت، ب, boleh dibaca panjang atau pendek (tanpa menggunakan alif dalam membacanya).
Mempunyai 4 nama, yaitu huruf : زَاءْ, boleh dibaca : زَايٌ , : زَاءٌ (Mad) : زَا ( qosor) : زِيٌّ .
Dengan standar itu, maka pembaca tidak sulit melafalkan huruf-huruf Hijaiyah.
Wallahu A'lam.
Editor: Kastolani Marzuki