Hikmah

Minta Maaf Jelang Ramadhan Dianggap Bid'ah, Begini Penjelasannya

Kastolani · Minggu, 11 April 2021 - 18:08:00 WIB
Minta Maaf Jelang Ramadhan Dianggap Bid'ah, Begini Penjelasannya
Ilustrasi permintaan maaf jelas Ramadhan. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Jelang Bulan Ramadhan 1442 Hijriah banyak berseliweran ucapan permintaan maaf maupuan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan di media sosial. Fenomena itu lazim terjadi tiap momen spesial termasuk menjelang datangnya Bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.

Permintaan maaf pada dasarnya sangat baik dan dianjurkan oleh agama. Permintaan maaf pun sebenarnya tidak ada batasan waktu atau dibatasi waktu misalnya saat Hari Raya Idul Fitri ataupun momen jelang Ramadhan seperti sekarang ini.

Karena itu, tidak sedikit yang kemudian melabeli permintaan maaf jelang Ramadhan adalah perbuatan bid'ah.

Direktur Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Sarwat LC mengatakan, tidak ada dalil yang sharih dan eksplisit tentang perintah atau anjuran untuk saling bermaafan menjelang Bulan Ramadhan.

"Oleh karena itulah ada sebagian kalangan dari umat ini yang langsung mencap fenomena itu sebagai bid'ah. Sebab dalam pandangan mereka, pengertian bid'ah adalah sebatas tidak adanya dalil eksplisit atas suatu masalah yang berkembang di tengah masyarakat," kata Ahmad Sarwat dikutip iNews.id dari laman rumahfiqih, Minggu (11/4/2021).

Pendapat seperti ini, kata dia, tidak bisa disalahkan, lantaran memang ada versi pengertian tentang bid'ah yang sesempit itu. Walau pun sebenarnya versi pengertian bid'ah itu sangat banyak.

"Sebenarnya meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain adalah pekerjaan yang sangat dianjurkan dalam agama. Semua ulama sepakat akan hal ini, termasuk yang membid'ahkannya bila dilakukan menjelang Ramadhan atau di hari Raya Fithri," katanya.

Allah SWT berfirman:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS Al-A'raf: 199).

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3