Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bolehkah Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan? Begini Hukumnya
Advertisement . Scroll to see content

Pengertian Hisab, Metode dalam Menentukan Awal Ramadhan

Senin, 12 April 2021 - 16:45:00 WIB
Pengertian Hisab, Metode dalam Menentukan Awal Ramadhan
Selain rukyatul hilal, metode lain dalam menentukan awal bulan termasuk puasa Bulan Ramadhan yakni metode hisab atau perhitungan. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

Sebagian ulama yang mendukung metode ini menilai bahwa observasi mata yang dilukan oleh masyarakat terdahulu didasari atas kenyataan bahwa dahulunya belum ada orang yang memumpuni untuk melakukan penghitungan dengan ilmu pengetahuan.

Prase yang diungkap Rasulullah SAW: “bahwa kami ini adalah ummat yang tidak bisa membaca dan berhitung” dinilai sebagai illah (alasan) keberadaan observasi mata (rukyat) sebagai penanda awal Ramadhan yang Rasulullah SAW sabdakan.

"Dengan kondisi ummat seperti itu sangat wajar jika pilihannya hanya rukyat saja, karena inilah yang dimampu oleh mereka. Tidak masuk akal jika malah dengan kenyatakan seperti itu Rasulullah SAW malah memerintahkan untuk menggunakan ilmu hisab," kata Ustaz Saiyid dikutip dari lama rumahfiqih.com..

Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, yang diikuti dengan perkembangan ilmu astronomi, sehingga bisa menghitung gerak bulan dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil, bahkan sekarang ini hasilnya nyaris tanpa salah.

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawy di dalam kitabnya “Kaifa Nata’amalu Ma’a As-Sunnah” menjelaskan tentang cara memahami teks hadits melaui kaidah: التمييز بين الهدف الثابت والوسيلة المتغيرة (membedakan antara tujuan yang tetap dan wasilah atau cara yang (bisa) berubah)

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut