Pidato Gus Yahya di IRF Summit Banjir Pujian, Peran NU Dibutuhkan Dunia

Koran SINDO, Abdul Hakim ยท Sabtu, 17 Juli 2021 - 12:05:00 WIB
Pidato Gus Yahya di IRF Summit Banjir Pujian, Peran NU Dibutuhkan Dunia
Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan pidato bersama para pemimpin komunitas W. Deen Mohammed dan WEA, di Washington DC, AS Selasa (13/7/2021) waktu setempat. (Foto: ist)

WASHINGTON, iNews.id - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mendapatkan apresiasi tinggi dari tokoh-tokoh perdamaian global di ajang International Religious Freedom (IRF) Summit, di Washington, DC, Amerika Serikat, Kamis (15/7/2021), waktu setempat. 

Pada hari ketiga konferensi tingkat tinggi (KTT) tersebut, Yahya Staquf (Gus Yahya) menyampaikan pidato kunci dengan judul “The Rising Tide of Religious Nationalism” (Pasang Naik Nasionalisme Religius).

Menurut Gus Yahya, fenomena bangkitnya nasionalisme religius adalah bagian mekanisme pertahanan ketika suatu kelompok agama yang biasanya merupakan mayoritas di negaranya merasa terancam secara budaya. 

Kebangkitan ini pun, lanjut dia, tak terelakkan lantaran dunia tengah bergulat dalam persaingan antar-nilai untuk menentukan corak peradaban di masa depan. 

Di sisi lain, katanya, dinamika internasional telah mengarah pada perwujudan satu peradaban global yang tunggal dan saling berbaur (single interfused global civilization).

Dikatakan, persaingan yang sengit ini berpotensi besar memicu permusuhan dan kekerasan. Oleh karena itu, Yahya Staquf mendorong berbagai elemen di dunia menemukan cara untuk mengelolanya sebelum telanjur meletus konflik global yang kian parah. 

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: