Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 6 Peristiwa di Bulan Rabiul Awal, Bulan Kelahiran Rasulullah SAW
Advertisement . Scroll to see content

Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2026 Jatuh pada Hari Apa? Ini Jadwal, Niat dan Keutaamaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:30:00 WIB
Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2026 Jatuh pada Hari Apa? Ini Jadwal, Niat dan Keutaamaan
Ilustrasi Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2026 dimulai hari apa yang perlu umat Islam ketahui. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2026 bertepatan Bulan Rabiul Awal 1448 H jatuh pada hari apa menjadi informasi penting yang perlu umat Islam ketahui untuk meraih pahala dan keutamaan.

Di Bulan Rabiul Awal yang lazim disebut Bulan Maulid merupakan salah satu bulan istimewa bagi umat Islam untuk menambah pahala dan meraih keutamaan. Salah satunya memperbanyak puasa sunnah termasuk di dalamnya puasa ayyamul bidh atau pertengahan bulan. 

Dalam kalender Hijriah, Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dan menjadi salah satu bulan teristimewa karena di bulan itu, Nabi Muhammad SAW, manusia agung pembawa risalah seluruh alam dilahirkan.

Bulan yang identik disebut dengan Bulan Maulid Nabi itu juga menjadi salah satu bulan yang paling dinantikan umat Islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abi Qatadah disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

 عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ فَقَالَ فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ

Artinya: Dari Abu Qatadah Al Anshari radliallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, maka beliau pun menjawab: "Di hari itulah saya dilahirkan, dan pada hari itu pula, wahyu diturunkan atasku." (HR. Muslim) [No. 1162 Syarh Shahih Muslim] Shahih. 

Dilansir dari laman mui, Rabiul Awal artinya musim semi. dinamakan demikian karena mereka menetap di rumahnya masing-masing. Al-irtiba' artinya tinggal di keramaian daerah tempat tinggal. 

Kata rabi’ dalam bahasa Arab cukup rumit. Kata ini, digunakan untuk penamaan musim dan bulan. Adapun rabi’ dalam konteks musim, dapat berarti musim semi atau musim gugur. 

Sebagian masyarakat Arab menyebut musim semi sebagai rabi’, sebagian lain menyebut rabi’ adalah musim gugur.

Sementara rabi’ dalam konteks bulan, adalah dua bulan berturut-turut setelah bulan Safar. Yaitu Rabiul Awal dan Akhir. Dinamai seperti itu sebab dua bulan tersebut terjadi antara musim semi sampai musim gugur.

Bulan Rabiul awal identik dengan perayaan Maulid Nabi SAW. Perayaan itu sudah ada dan telah lama dilakukan oleh umat Islam. Benihnya sudah ditanam sendiri oleh Rasulullah SAW berdasarkan hadits di atas. 

Di Indonesia, sebagian besar masyarakat Muslim membaca shalawat, barzanji dan pengajian­-pengajian yang mengisahkan sejarah Nabi SAW tiap memasuki Rabiul Awal.  

Isnan Ansory dalam bukunya Pro Kontra Maulid Nabi menyebutkan, Syaikh as-Sayyid Zain Aal Sumaith, dalam karyanya Masail Katsuro Haulaha an-Niqosy wa al-Jidal, mendefinisikan maulid Nabi Muhammad yakni, memperingati hari kelahiran Rasulullah dengan menyebut-nyebut kisah hidupnya, dan setiap tanda-tanda kemulian dan mukjizat sang Nabi Saw dalam rangka mengagungkan kedudukannya, dan menampakkan kegembiraan atas kelahirannya. 

Dari definisi ini dapat dipahami bahwa kegiatan yang dilakukan pada momen hari kelahiran Nabi Saw berwujud amalan-amalan ibadah yang bersifat mutlak. Seperti melakukan pembacaan dan pengkajian tentang sirah Rasulullah SAW melalui pembacaan syair-syair yang tertulis dalam kitab-kitab Maulid seperti al-Barzanji, Simtu ad-Duror, ad-Diba’, Maulid Syaraf al-Anam, dan semisalnya, ataupun melakukan kegiatan tertentu yangdikatagorikan ibadah muthlak seperti membaca shalawat, membaca Alquran, bersedekah, dan lainnya. 

Tujuan dalam melaksanakannya adalah dalam rangka menampakkan kegembiran atas kelahiran Sang Nabi mulia. Pengungkapan rasa gembira itu memang dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan anugerah dari Tuhan. Sebagaimana firman Allah SWT : Katakanlah (Muhammad), sebab fadhal dan rahmat Allah (kepada kalian), maka bergembiralah kalian. (QS Yunus, 58). 

Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2026 Jatuh pada Hari Apa?

Sesuai kalender Hijriah dari Kementerian Agama, puasa ayyamul bidh atau tengah bulan dimulai hari Rabu, 26 Agustus 2026 hingga Jumat, 28 agustus 2026. 

- Puasa Ayyamul Bidh hari pertama, Rabu 26 Agustus 2026 (13 Rabiul Awal).
- Puasa Ayyamul Bidh hari kedua, Kamis 27 Agustus 2026 (14 Rabiul Awal).
- Puasa Ayyamul Bidh hari ketiga, Jumat 28 Agustus 2026 (15 Rabiul Awal).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut