Sambut 1 Abad NU, RMI PBNU Targetkan Pemetaan SDM yang lebih Konkret
“Amanat Hari Santri ini tidak lain adalah pidato kebudayaan yang sudah kami lakukan setiap tahunnya, kecuali tahun kemarin karena pandemi,” kata Gus Rozin dalam acara yang dihadiri oleh Rais Amm PBNU Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah ini.
“Dengan adanya pidato kebudayaan seperti ini, artinya setiap tahun kita mendapatkan suntikan gagasan baru, penyegaran ide, sehingga target pemetaan SDM pelan-pelan bisa kita capai untuk menyambut 1 abad NU,” imbuhnya.
Dalam acara yang dihadiri pula oleh perwakilan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) ini, Gus Rozin juga mengungkapkan terima kasih kepada Menaker Ida Fauziyah atas beasiswa yang sudah dipersiapkan Kemnaker khusus untuk santri.
“Selain ada LPDP Santri yang ditutup hari ini, ada skema beasiswa lagi untuk santri dari Kemnaker,” ujarnya.
Akhirnya, dari adanya kesempatan beasiswa tersebut, Gus Rozin optimis bahwa ke depan santri bisa berada di tengah atau menjadi mainstream.
“Saat ini, kita belum di tengah, tapi agak tengah. Lama-lama santri pasti bisa menjadi mainstream dan berpotensi besar menjadi agen perubahan untuk Indonesia,” kata Gus Rozin.
Editor: Kastolani Marzuki