Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Urutan Bacaan Yasin dan Tahlil Lengkap dengan Doa Arwah, Arab, Latin, dan Artinya
Advertisement . Scroll to see content

Surat Yasin Ayat 23-25 Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Tafsirnya

Jumat, 02 Desember 2022 - 13:41:00 WIB
Surat Yasin Ayat 23-25 Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Tafsirnya
Kandungan surat Yasin ayat 23-25 lengkap beserta bacaan Arab, latin, dan artinya (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata.

Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)-ku. ( QS Yasin : 23-25 )

Tafsir Surat Yasin ayat 23-25

Melansir dari Sindo yang mengutip laman Tafsir Al-Qura, ayat ini mengisahkan tentang ucapan pemuda mukmin yang disebutnya sebagai Habib an-Najjar.

Ia beriman kepada Allah SWT dan juga kepada para utusan, tujuannya hanyalah untuk meyakinkan kaumnya agar percaya dan beriman kepada Allah SWT. 

Menurut Wahbah Zuhaili, dalam tafsir Al-Munir, kata ءَاَتَّخِذً adalah kata istifham yang menunjukkan keingkaran, kecaman, dan keengganan. Konteks ayat ini menegaskan pernyataan Habib yang berbicara dengan kaumnya; 

“Aku tidak akan pernah menjadikan Tuhan selain Allah SWT apalagi sampai menyembahnya. Bagaimana mungkin aku melepas kehambahaanku dari Dzat yang berhak untukku sembah? Padahal, Dia-lah yang telah menciptakanku dan menjadikan fitrah kesucian (menyembah-Nya dari yang lain)." 

"Sungguh itu tidaklah layak. Seandainya Dia (yang Maha Rahman) menghendaki kepadaku musibah, maka berhala-berhala itu tidak akan bisa menolongku. Karena sembahan itu tidak bekuasa atas sesuatu, tidak pula bisa memberi mudharat atau manfaat.”

Mengutip pendapat Thaba’thaba’i, ayat ini juga menjadi argumen untuk membantah kaum yang menyembah mahkluk-makhluk yang dekat dengan Allah SWT seperti malaikat, jin, dan orang-orang suci dengan harapan bahwa melalui perantara makhluk-makhluk itu, mereka bisa meraih kebajikan atau menangkis kemudharatan.

Sekalipun bisa memberi manfaat, maka itu adalah anugerah dari Allah SWT. Thaba’thba’i mengutip potongan QS Yunus: 3 yang berbunyi:

مَا مِنْ شَفِيْعٍ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ اِذْنِهٖۗ 

Artinya: Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut