Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Sesuai Sunnah, Lengkap Bacaan Niat dan Keutamaan
Dilansir dari Buku Fiqih Shalat Gerhana karya Isnan Ansory, sholat gerhana bulan (khusuf) maupun matahari (kusuf) merupakan sholat yang dilakukan secara khusus pada saat terjadi gerhana matahari atau bulan secara sempurna maupun sebagian saja.
Hukum shalat gerhana bulan adalah sunnah muakkadah yang ditetapkan dalam syariat Islam sebagaimana para ulama telah menyepakatinya.
Waktu shalat gerhana bulan dilakukan sejak terjadinya gerhana hingga bulan muncul kembali. Apabila bulan sudah muncul kembali, waktu pelaksanaan shalat gerhana sudah habis dan tidak disunnahkan qodho.
Shalat gerhana bulan atau matahari dikerjakan dengan cara berjamaah, sebab dahulu Rasulullah SAW mengerjakannya dengan berjamaah di masjid. Shalat gerhana secara berjamaah dilandasi oleh hadits Aisyah radhiyallahu 'anha.
Nah, bagi umat Islam yang belum mengetahui ataupun lupa dengan bacaan niat sholat gerhana bulan maupun tata caranya, berikut ini ulasan lengkapnya. Niat merupakan tekad untuk mengerjakan sesuatu yang beriringan dengan pengerjaannya. Artinya, niat itu dilakukan bersamaan dengan perbuatan, bukan dikerjakan sebelumnya.
Sholat gerhana bulan dikerjakan 2 rakaat dengan tata cara khusus yakni 2 kali membaca Al fatihah dan surat Al qur'an, 2 kali berdiri, 2 kali rukuk, dan 2 kali sujud. Pada sholat gerhana bulan, bacaannya dikeraskan atau jahr sebagaimana sholat malam pada umumnya.