Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teks Khutbah Jumat 17 Juli 2026 tentang Bulan Safar Bukan Bulan Sial
Advertisement . Scroll to see content

Teks Khutbah Jumat 24 Juli 2026 Singkat Penuh Hikmah: Raih Berkah di Bulan Safar

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:27:00 WIB
Teks Khutbah Jumat 24 Juli 2026 Singkat Penuh Hikmah: Raih Berkah di Bulan Safar
Ilustrasi tkes khutbah Jumat edisi 24 Juli 2026 tentang meraih keberkahan di Bulan Safar. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

Lanjutan Khutbah Pertama

Hadirin jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Syaikh Muhammad bin Shalih rahimahullah berkata, “Manusia ketika menghadapi musibah terbagi dalam empat tingkatan :”

Pertama, Marah.

Adakalanya saat menghadapi ujian, seseorang merasa marah tidak mau menerima takdir Allah. Seringkali manusia, ketika diuji mengeluh, bergumam, menyalahkan keadaan, bahkan mencela ketentuan Allah. Padahal, marah kepada takdir berarti marah kepada Allah sendiri. Allah SWT berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّعْبُدُ اللّٰهَ عَلٰى حَرْفٍۚ فَاِنْ اَصَابَهٗ خَيْرُ ࣙاطْمَـَٔنَّ بِهٖۚ وَاِنْ اَصَابَتْهُ فِتْنَةُ ࣙانْقَلَبَ عَلٰى وَجْهِهٖۗ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةَۗ ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِيْنُ

Artinya: “Dan diantara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi (tidak dengan penuh keyakinan). Jika memperoleh kebaikan, dia pun tenang. Akan tetapi, jika ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang (kembali kufur). Dia merugi di dunia dan akhirat. Itulah kerugian yang nyata.” (QS. Al-Hajj: 11)

Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak hanya taat saat baik, tetapi juga kuat dan sabar menghadapi ujian. Sikap mudah goyah dan mengeluh justru merugikan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, perkuat hati dengan kesabaran dan iman, bukan kemarahan atau keluhan. Mengeluh, baik lisan maupun hati, bisa membawa dosa bahkan syirik, dan marah adalah sikap terendah dalam menghadapi ujian.

Kedua, Sabar.

Sabar adalah tingkatan minimal yang wajib dimiliki setiap Mukmin. Memang, sabar itu pahit rasanya, tetapi buah dari sabar sangat indah, sebagaimana ungkapan seorang penyair :

ٱلصَّبْرُ مِثْلُ ٱسْمِهِ مَرَّ مَذَاقُهُ وَلَكِنْ عَـٰقِبَهُۥ أَحْلَىٰ مِنَ ٱلْعَسَلِ

Artinya: “Sabar itu pahit rasanya, tapi hasilnya lebih manis dari madu.”

Meskipun demikian, sabar bukan berarti menyukai musibah, melainkan menahan diri dari marah dan tetap teguh dalam iman. Nabi Muhammad SAW dan para sahabat menunjukkan betapa besar kesabaran mereka saat hijrah, menempuh perjalanan panjang yang penuh bahaya demi mempertahankan dan menyebarkan agama Allah.

Hadirin jamaah Jum’ah rahimakumullah.

Ketiga, Ridha.

Ridha merupakan tingkatan yang lebih tinggi dari sabar. Ridha adalah menerima setiap ketetapan Allah, baik itu nikmat maupun musibah, dengan hati yang lapang dan iman yang kuat kepada qadha dan qadar. Orang yang ridha tidak membedakan antara ujian atau kemudahan karena keduanya merupakan ketentuan Allah. Inilah kedamaian hati yang sejati, yang membedakan sabar biasa dengan kesabaran hakiki.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut