Hikmah

Teks Khutbah Jumat Singkat tentang Rasulullah SAW Pemberi dan Pemilik Syafaat

Kastolani · Jumat, 15 Oktober 2021 - 06:11:00 WIB
Teks Khutbah Jumat Singkat tentang Rasulullah SAW Pemberi dan Pemilik Syafaat
Teks Khutbah Jumat singkat tentang Rasulullah Saw. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Teks Khutbah Jumat singkat membahas tentang kewajiban mencintai Rasulullah SAW bagi Muslim.

Salah satu bentuk mencintai Rasulullah SAW yakni merayakan dan bergembira penuh suka cita menyambut Maulid Nabi pada 12 Rabiul Awal. Tahun ini, peringatan Maulid Nabi SAW jatuh tanggal 19 Oktober 2021.

Sebagai Muslim sejati, sudah seharusnya mencintai dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Mencintai Sayyidina Muhammad hukumnya wajib atas setiap mukallaf (baligh dan berakal).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)

Maknanya: “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai dari ayahnya, anaknya dan manusia seluruhnya” (HR al-Bukhari).

Berikut khutbah Jumat tentang Kewajiban Mencintai Rasulullah SAW yang ditulis oleh Ustadz Nur Rohmad Pemateri/Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur seperti dikutip iNews.id dari laman dakwahnu.id:

اَلْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا، لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (الفتح: 8-9)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Dari atas mimbar khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan cara melaksanakan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari seluruh yang diharamkan.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda