Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teks Khutbah Jumat 12 Desember 2025 Singkat Penuh Hikmah: Sabar Hadapi Musibah
Advertisement . Scroll to see content

Teks Khutbah Jumat tentang Haji dan Kiat Meraih Predikat Mabrur

Kamis, 23 Juni 2022 - 19:39:00 WIB
Teks Khutbah Jumat tentang Haji dan Kiat Meraih Predikat Mabrur
Khutbah jumat tentang haji dan kiat menggapai predikat mabrur yang merupakan dambaan tiap Muslim yang kini sedang beribadah di Tanah Suci Mekkah. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Teks khutbah Jumat tentang haji dan kiat menggapai predikat mabrur yang merupakan dambaan tiap muslim yang saat ini sedang menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci Mekkah

Ibadah haji wajib bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat. Ibadah haji diwajibkan hanya sekali seumur hidup. Hukum haji kedua dan seterusnya adalah sunnah. 

Ibadah haji dilaksanakan pada bulan haji (Dzulhijjah), tepatnya ketika waktu wukuf di Arafah tiba (9 Dzulhijjah), hari Nah{r (10 Dzulhijjah), dan harihari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Rangkaian ibadah haji itu sudah dimulai sejak bulan Syawwal, Dzulqa'dah dan Dzulhijjah. 

Dalam Alquran, Surat Ali Imran ayat 97, Allah SWT berfirman:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبارَكاً وَهُدىً لِلْعالَمِينَ (96) فِيهِ آياتٌ بَيِّناتٌ مَقامُ إِبْراهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كانَ آمِناً وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعالَمِينَ (97)

Artinya: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. Ali Imran ayat 97)

Berikut teks Khutbah Jumat tentang haji dan keutamaannya dilansir dari dakwahnu yang ditulis KH Ade Muzaini Aziz, MA, Pengurus Lembaga Dakwah PBNU & Pengasuh Perguruan Al Mu’in Tanggerang Banten.

Ma’aasyiral muslimîn rahimakumullaah

Tiap orang yang menajalankan Ibadah haji pasti ingin mendapat predikat mabrur. Sebab, tidak ada balasan yang lebih baik selain surga bagi haji mabrur.   

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

والحجّ المبرور ليس له جزاء إلاّ الجنة

Dan haji yang mabrur tiada ganjaran baginya kecuali surga (HR. Muttafaq ‘alayh)

Jika kita perhatikan hadits Rasulillah di atas, yaitu bahwa hanya haji yang mabrur yang mendapat ganjaran surga, maka mafhûm mukhâlafah (logika berbaliknya) adalah bahwa ada haji yang tidak mabrur, yang konsekuensinya adalah tidak mendapat surga. 

Logika berbalik ini ada dasar penguatnya di dalam Al Quran, yaitu ketika Allah SWT menerangkan kepada kita bahwa ada dua jenis karakter manusia yang melaksanakan ibadah haji.

Karakter pertama dari sebagian jama’ah haji, sebagaimana yang diindikasikan oleh Allah SWT dalam Surah al-Baqarah ayat 200:

فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الاخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ

Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kepada kami (kesenangan) di dunia”, dan tiadalah ia (mendapat) bagian (yang menyenangkan) di akhirat.

Al-Imam Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir at-Thabari di dalam karya tafsirnya Jâmi’ul Bayân ‘an Ta"wîli Âyil Qur"ân berkata bahwa ayat ini berbicara tentang karakter sebagian jama’ah haji yang hajinya hanyalah demi kepentingan-kepentingan duniawi semata. 

Lebih dalam lagi, Prof. DR. M. Quraish Shihab di dalam karya tafsirnya al-Mishbâh berujar bahwa ada di antara mereka yang melaksanakan ibadah haji namun hajinya tidak mabrur, ini karena orientasi utama hidup mereka hanyalah untuk meraih kesenangan, kenikmatan dan kemegahan dunia, tanpa menggubris norma-norma dan aturan-aturan agama.

Di dalam usaha menggapai kesuksesan duniawi, apakah itu dalam hal harta, pangkat, jabatan, popularitas maupun pengaruh, hal ini antara lain ditandai bahwa mereka tidak lagi peduli mana yang halal dan mana yang haram. 

Semua cara ditempuh, yang penting tujuan-tujuan itu tercapai. Jenis manusia di atas adalah manusia yang sudah mengeluarkan biaya besar untuk melaksanakan ibadah haji, mengorbankan waktu, meninggalkan pekerjaan, meninggalkan keluarga dan meninggalkan kampung halamannya, lalu berihram, thawaf, sya’i, wukuf, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain dari ritual haji yang sangat melelahkan dan menguras tenaga, namun semua itu sia-sia di mata Allah SWT. Alih-alih mendapatkan surga sebagai ganjaran hajinya, justru jalan menuju ke neraka yang pada hakikatnya sedang ia tempuh.

Karakter kedua dari sebagian jama’ah haji adalah sebagaimana yang Allah SWT sebutkan di dalam firman selanjutnya, yaitu ayat 201 dari Surah al-Baqarah:

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Menurut Al-Imam Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir at-Thabari, hasanah atau kebaikan yang dimaksud di atas adalah mencakup kesehatan jasmani dan kelapangan rezeki serta ilmu dan ibadah di dunia, sehingga semua itu mengantarkan kepada hasanah atau kebaikan yang bersifat puncak di akhirat kelak, yaitu surga, serta dijauhkan dari azab neraka. 

Menurut Al-Imam ‘Imaduddin Isma’il ibn Katsir ad-Dimasyqi di dalam karya tafsirnya Tafsîr al-Qur"ân al-‘Azhîm, adapun yang dimaksud hasanah atau kebaikan di akhirat dan terbebas dari azab neraka adalah terpeliharanya diri seorang manusia saat hidup di dunia dari segala hal yang haram.

Dari sini dapat kita pahami bahwa haji yang mabrur tercermin dari komitmen kuat untuk tidak melibatkan segala bentuk keharaman di dalam seluruh aktivitas kita di dunia, apakah itu di dalam bekerja mencari rezeki, di dalam menggapai suatu pangkat atau jabatan, di dalam berpolitik, bahkan di dalam ibadah dan dakwah sekalipun. 

Setelah komitmen luhur itu melandasi setiap gerak dan langkah kita sehingga melahirkan hasanah di setiap aktivitas kita di dunia, baru kemudian dapat diharapkan berujung pada tercapainya hasanah di akhirat, berupa surga, serta terpelihara dari siksa neraka.

Di antara kita ada yang sudah melaksanakan haji, di antara kita pasti ingin sekali melaksanakan ibadah haji, bahkan saat ini, saudara-saudara kita sedang menjalani tahapan-tahapan ritual haji. Mari kita luangkan waktu untuk introspeksi diri, dari dua karakter manusia di atas, termasuk di dalam golongan manakah kita berada.

Semoga hasil introspeksi diri itu kemudian melahirkan komitmen teguh di hati dan perilaku kita semua untuk senantiasa hanya berpihak kepada yang hasanah, yang haq, yang baik, yang jujur, yang benar dan yang halal.

Sehingga, kita pun berhak untuk diberikan kemuliaan sebagaimana yang Allah berikan kepada nabi kita Ibrahim as. di dalam Surah as-Shaffât: ayat 108-111:

وَ تَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى اْلآخِرِيْنَ.

Kami abadikan untuk Ibrahim pujian yang baik di kalangan orang-orang yang datang sesudahnya.

سَلاَمٌ عَلَى إِبْرٰهِيمَ.

(Yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”.

كَذ’لِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِينَ.

Demikian kami memberi balasan kepada orang-orang yang hasanah (yang senantiasa berbuat baik).

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ.

Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

Akhirnya, semoga ibadah haji yang sedang dijalankan oleh saudara-saudara kita, Allah SWT jadikan sebagai ibadah haji yang mabrur. Dan semoga Allah SWT memperkenankan kepada kita semua untuk dapat menunaikan ibadah haji dengan kekuasaan, kekayaan, izin dan ridha-Nya, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

بارك الله لى و لكم فى القرآن الكريم. و نفعنى و إيّاكم بما فيه من الآيات و الذّكر الحكيم. و تقبّل منّى و منكم تلاوته, إنّه هو السّميع العليم. أقول قولى هذا فاستغفروه, إنّه هو الغفور الرّحيم.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut