Tokoh Cendekiawan Muslim di Bidang Ilmu Kedokteran
Di dalamnya, ia membahas anatomi, kedokteran, dan fisiologi. Buku ini juga mencakup topik seperti organ tubuh, diet untuk menjaga kesehatan, penyakit kulit, racun, dan efeknya pada tubuh manusia.
Salah satu tulisannya yang terkenal adalah tentang bisul dan cacar dalam bukunya yang berjudul Kitab al-jadari wa al-hashbah.
Ilmuwan Meta Klaim AI Tak Sepintar Anjing: Jangan Dianggap sebagai Ancaman Umat Manusia
Karya fenomenalnya, al-Hawi, menjadi sebuah ensiklopedia kedokteran yang menggabungkan kontribusi dari Al-Razi dengan pengetahuan medis dari Yunani, Persia, dan Hindu. Selain itu, Al-Razi juga menulis banyak karangan ilmiah dan buku lainnya.
Ali Al-Thabari, yang nama lengkapnya Abu al-Hasan Ali bin Sahl Rabban al-Thabari, hidup pada abad ke sembilan antara tahun 810-861 M. Awalnya dia adalah seorang non-Muslim dari Tabaristan.
Untuk Pertama Kali, Ilmuwan Mengirim Energi Matahari ke Bumi
Tetapi, ketika Al-Mutawakkil memerintah (847-861 M), dia memutuskan untuk memeluk agama Islam dan menjadi dokter pribadi khalifah.
Pada tahun 850 M, dia menciptakan sebuah karya yang dikenal sebagai Firdaus al-Hikmah (Surga Hikmah), yang dianggap sebagai salah satu karya ilmiah terkemuka mengenai obat-obatan tertua dalam bahasa Arab.